Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 28 Juni 2026 | Iran dan Amerika Serikat kembali terlibat dalam konflik yang semakin memanas. Setelah serangkaian serangan drone yang menargetkan kapal di Selat Hormuz, Amerika Serikat melakukan serangan balasan terhadap fasilitas penyimpanan rudal dan drone Iran. Sementara itu, Israel juga terlibat dalam konflik ini dengan menegaskan bahwa mereka akan tetap berada di wilayah Lebanon, Suriah, dan Gaza tanpa batas waktu.
Konflik ini semakin kompleks dengan munculnya tuduhan bahwa Mossad, badan intelijen Israel, merencanakan pembunuhan terhadap Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan, Asim Munir, selama konferensi perdamaian di Swiss. Tuduhan ini dibuat oleh analis Brasil Pepe Escobar dan menyebabkan kekhawatiran di kalangan masyarakat internasional.
Menurut Escobar, intelijen militer Pakistan telah menangkap informasi yang sangat kredibel tentang rencana pembunuhan yang dilakukan oleh Mossad atas perintah Netanyahu. Pakistan kemudian mengirimkan peringatan langsung kepada Israel melalui saluran diplomatik, meminta mereka untuk tidak melakukan tindakan apa pun terhadap delegasi Pakistan.
Situasi ini semakin rumit dengan pernyataan Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, bahwa Israel akan tetap berada di wilayah Lebanon, Suriah, dan Gaza tanpa batas waktu. Mereka juga memperingatkan Iran bahwa jika Iran menyerang Israel, mereka akan menghadapi kekuatan penuh Israel.
Konflik ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat internasional tentang kemungkinan pecahnya perang besar di Timur Tengah. Diperlukan upaya diplomatik yang serius untuk menyelesaikan konflik ini dan mencegah eskalasi lebih lanjut.
