Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 24 Juli 2026 | Kementerian Luar Negeri (Kemlu) terus memantau perkembangan situasi keamanan di Timur Tengah menyusul meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Pemantauan juga dilakukan terhadap kondisi keamanan di sejumlah negara kawasan yang hingga kini masih berfluktuasi.
Selain memantau kondisi para WNI, pemerintah juga terus memfasilitasi kepulangan warga yang ingin kembali ke Indonesia. Sejak konflik AS-Iran pecah pada akhir Februari hingga saat ini, Kemlu bersama Perwakilan RI telah membantu kepulangan 3.038 WNI ke Tanah Air.
Kemlu juga mengimbau seluruh WNI yang masih berada di kawasan Timur Tengah agar meningkatkan kewaspadaan, terus mengikuti perkembangan situasi melalui otoritas setempat maupun Perwakilan RI, serta segera menghubungi Kedutaan Besar atau Konsulat RI terdekat apabila menghadapi kondisi darurat.
Di tengah upaya perlindungan tersebut, konflik AS-Iran masih terus berlangsung. Amerika Serikat kembali melancarkan serangan ke sejumlah wilayah di Iran sejak pekan lalu, yang kemudian dibalas Teheran dengan serangan terhadap fasilitas dan pangkalan militer AS di beberapa negara di kawasan.
Pertempuran itu terus berlanjut meski kedua negara sebelumnya telah menandatangani perjanjian kerangka kerja yang dimediasi Pakistan pada Juni lalu untuk mengakhiri perang yang dimulai sejak Februari dan membuka jalan menuju kesepakatan damai yang lebih permanen.
Sementara itu, Pemerintah Inggris juga memutuskan untuk menarik seluruh staf diplomatiknya dari kedutaan besar mereka yang ada di Iran untuk sementara waktu. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Inggris mengatakan, kebijakan ini dilakukan karena situasi di Iran saat ini kian memanas.
Inggris melarang warganya bepergian ke Iran serta meminta mereka yang masih di sana segera meninggalkan negara tersebut demi alasan keamanan. AS telah melancarkan 12 serangan berturut-turut ke fasilitas militer Iran, sementara Presiden Donald Trump mendesak Teheran berhenti menyerang kapal di Selat Hormuz.
Kemlu juga memastikan sebanyak 535.897 WNI yang berada di kawasan Timur Tengah, khususnya di negara-negara yang terdampak meningkatnya konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, hingga kini dalam kondisi aman. Jumlah tersebut mencakup WNI yang berada di sejumlah negara seperti Iran, Lebanon, Kuwait, dan Bahrain, yang dalam beberapa pekan terakhir turut terdampak eskalasi ketegangan di kawasan.
Dalam beberapa pekan terakhir, Kemlu juga terus mengupayakan pembebasan dua warga negara Indonesia (WNI) yang dilaporkan disandera di Myanmar. Hingga kini, pemerintah masih berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk memastikan keberadaan kedua WNI tersebut sekaligus menyiapkan langkah penanganan lebih lanjut.
Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kemlu, Heni Hamidah, mengatakan pemerintah telah menempuh jalur diplomatik dengan menyampaikan nota diplomatik kepada otoritas Myanmar guna memperoleh informasi mengenai kondisi dan lokasi kedua WNI.
Kemlu juga telah mengungkap perkembangan kasus tewasnya warga negara Indonesia (WNI) asal Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), Valent A Tambuto (24) di Kota Yerevan, Armenia. Otoritas Armenia telah mengamankan enam orang terduga pelaku.
Direktur Perlindungan WNI, Kemlu, Heni Hamidah mengatakan kasus tewasnya Valent masih didalami otoritas setempat. Enam orang yang merupakan WNI telah diamankan otoritas setempat terkait kasus ini.
Kemlu telah mengirimkan nota diplomatik dan berkoordinasi dengan otoritas Armenia terkait penanganan tewasnya Valent. Kemlu tengah mengupayakan agar jenazah korban bisa segera dipulangkan.
