Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 29 Juli 2026 | Kelompok pemberontak Houthi di Yaman mengumumkan akan menutup Laut Merah bagi kapal-kapal Arab Saudi, langkah yang diambil setelah mengklaim menembakkan rudal balistik ke arah kapal tanker minyak milik Arab Saudi. Langkah ini dianggap sebagai ancaman baru bagi perekonomian dunia, karena Laut Merah merupakan jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Eropa dan Asia.
Menurut juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, kelompoknya menargetkan kapal tanker minyak NCC GHAZAL karena dianggap melanggar larangan pelayaran yang diberlakukan terhadap armada Arab Saudi. Saree mengatakan bahwa Houthi menembakkan beberapa rudal balistik yang memaksa kapal tersebut berputar balik dan meninggalkan wilayah pelayaran.
Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) mengonfirmasi bahwa sebuah kapal tanker melaporkan adanya ledakan saat melintasi Laut Merah. UKMTO menyatakan bahwa seluruh awak kapal dalam keadaan selamat dan tidak terdapat laporan mengenai pencemaran lingkungan.
Kelompok Houthi telah menguasai ibu kota Yaman, Sanaa, sejak 2014 dan telah bertempur selama lebih dari satu dekade melawan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dan didukung Arab Saudi. Pada 20 Juli, Houthi mengumumkan penerapan blokade maritim terhadap kapal-kapal Arab Saudi, dengan alasan bahwa Riyadh telah memberlakukan blokade terhadap Yaman selama hampir 12 tahun.
Langkah Houthi ini dianggap sebagai upaya untuk meniru strategi Iran, yang telah menutup Selat Hormuz dari kapal-kapal internasional. Kelompok pemberontak Yaman ini berusaha menguasai arus pelayaran di Selat Bab el-Mandeb, yang merupakan gerbang menuju Laut Merah.
Selat Bab el-Mandeb menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan perairan Samudra Hindia yang lebih luas. Sebagian besar perekonomian global sangat bergantung pada kelancaran arus lalu lintas maritim yang melintasi Selat Bab el-Mandeb. Sekitar 30 persen lalu lintas peti kemas dunia, serta hingga 12-15 persen dari total perdagangan global, melewati jalur Laut Merah.
Kondisi geografis Yaman memberikan pengaruh dominan atas lalu lintas pelayaran di Selat Bab el-Mandeb bagi pihak mana pun yang menguasai wilayah barat negara tersebut. Dengan demikian, langkah Houthi ini dapat berdampak signifikan pada perekonomian dunia, karena dapat mengganggu arus perdagangan dan meningkatkan biaya logistik.
Dalam beberapa bulan terakhir, situasi di Timur Tengah telah memanas, dengan konflik antara Iran dan Amerika Serikat yang tidak kunjung selesai. Kelompok pemberontak Houthi di Yaman telah menjadi salah satu aktor utama dalam konflik ini, dengan langkah-langkahnya yang berani dan strategis.
Untuk itu, perlu diwaspadai bahwa langkah Houthi ini dapat menjadi ancaman baru bagi perekonomian dunia, dan perlu diambil tindakan yang tepat untuk mengatasi situasi ini.
