Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 13 Agustus 2026 | Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 yang melanda Kolombia pada 10 Agustus 2026 telah menyebabkan kerusakan parah dan korban jiwa yang besar. Menurut data terbaru, setidaknya 265 orang tewas dan 3.494 orang luka-luka dalam gempa tersebut. Gempa ini juga menyebabkan bangunan-bangunan runtuh, memicu operasi pencarian dan penyelamatan berskala besar di berbagai kota.
Presiden Kolombia, Abelardo de la Espriella, telah menetapkan status darurat ekonomi untuk menangani dampak gempa bumi. Ia juga mengumumkan pembentukan dana khusus guna membiayai pemulihan di wilayah-wilayah terdampak. Status darurat ekonomi ini memungkinkan pembentukan dana khusus yang akan menampung serta menyalurkan bantuan nasional maupun internasional untuk memperbaiki rumah sakit, sekolah, pemukiman warga, akses jalan, dan bandara.
Kolombia juga akan menerima kedatangan tim pencarian dan pertolongan (SAR) khusus dari Amerika Serikat, Israel, Ekuador, dan El Salvador untuk memperkuat upaya evakuasi pascagempa kuat yang mengguncang negara tersebut. Amerika Serikat sendiri telah mengerahkan spesialis penanganan bencana dan mengalokasikan jutaan dolar AS untuk membantu Kolombia.
Gempa bumi ini merupakan salah satu gempa terkuat yang melanda Kolombia dalam beberapa dekade terakhir. Guncangan menerjang kawasan penghasil kopi di bagian barat negara tersebut, menyebabkan apartemen, rumah, sekolah, dan pusat kesehatan mengalami kerusakan, miring, hingga runtuh. Di sejumlah kota yang mengalami kerusakan paling parah, tim penyelamat bekerja sepanjang malam menggunakan crane dan alat berat.
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) melaporkan sedikitnya 126 orang meninggal dunia dan 1.495 lainnya mengalami luka-luka. Namun, estimasi pemerintah daerah pada Selasa menyebut jumlah korban tewas telah mencapai sekitar 254 orang. Perbedaan angka tersebut mencerminkan situasi yang masih berkembang, seiring tim penyelamat mulai menjangkau wilayah-wilayah yang terdampak dan jaringan komunikasi secara bertahap kembali pulih.
Tim penyelamat masih terus menyisir bangunan-bangunan yang rusak untuk mencari korban yang kemungkinan selamat. Dengan komunikasi yang perlahan pulih dan tim bantuan mulai berdatangan, skala kerusakan serta jumlah korban diperkirakan masih dapat berubah.
Kesimpulan, gempa bumi yang melanda Kolombia telah menyebabkan kerusakan parah dan korban jiwa yang besar. Pemerintah Kolombia telah menetapkan status darurat ekonomi dan menerima bantuan dari negara-negara lain untuk memperkuat upaya evakuasi dan pemulihan. Tim penyelamat masih terus bekerja untuk mencari korban yang kemungkinan selamat dan memperbaiki infrastruktur yang rusak.
