Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 25 Juni 2026 | Diego Maradona, salah satu pemain sepak bola paling ikonik dalam sejarah, meninggalkan jejak yang tak terlupakan di Piala Dunia. Pemain asal Argentina ini membawa timnya meraih gelar juara pada tahun 1986 di Meksiko, dengan penampilan luar biasa yang masih dikenang hingga hari ini.
Maradona mencetak dua gol legendaris melawan Inggris di perempat final, salah satunya dengan aksi kontroversial yang dikenal sebagai “Hand of God”. Namun, delapan tahun kemudian, ia mengalami akhir yang menyakitkan di Piala Dunia 1994 akibat kasus doping. Insiden tersebut tidak hanya mengakhiri kiprahnya di turnamen, tetapi juga menjadi penutup karier internasionalnya.
Kasus doping yang menimpa Maradona terjadi setelah pertandingan melawan Nigeria, di mana ia dinyatakan positif menggunakan zat terlarang ephedrine. FIFA kemudian menjatuhkan hukuman larangan bermain selama 15 bulan, yang bersifat final dan tidak dapat diajukan banding.
Maradona membantah telah sengaja mengonsumsi zat terlarang dan melalui kuasa hukumnya menyatakan hasil tes positif terjadi akibat kekeliruan penggunaan obat yang memiliki nama serupa. Namun, FIFA tetap mempertahankan keputusannya, sehingga kasus doping tersebut menjadi awal berakhirnya karier internasional Maradona.
Selain kasus doping, Maradona juga dikenal karena penampilannya yang luar biasa di Piala Dunia 1986. Ia membawa timnya meraih gelar juara dengan kemampuan dribel luar biasa, kontrol bola yang sulit direbut, serta visi bermain yang tajam. Penampilannya di turnamen ini dianggap sebagai salah satu performa individu terbaik sepanjang sejarah sepak bola.
Hingga hari ini, Maradona masih dikenang sebagai salah satu pemain sepak bola paling berpengaruh dalam sejarah. Kasus doping yang menimpa dirinya mungkin telah mengakhiri karier internasionalnya, namun tidak dapat menghilangkan kenangan indah yang telah ia ciptakan di lapangan sepak bola.
Sementara itu, di Kathmandu, Nepal, fans sepak bola juga sedang merayakan Piala Dunia 2026. Mereka membeli jersey tim favorit mereka dan menonton pertandingan di restoran dan bar. Ramesh Subedi, seorang fans Argentina, membeli jersey timnya karena ia telah mendukung tim tersebut sejak 1986, ketika Maradona membawa timnya meraih gelar juara.
Subedi mengatakan bahwa ia ingin melihat Nepal bermain di Piala Dunia suatu hari nanti. Ia juga berharap bahwa jersey yang ia beli dapat membawa keberuntungan bagi tim favoritnya.
Dalam beberapa hari terakhir, fans sepak bola di seluruh dunia telah menunjukkan antusiasme mereka terhadap Piala Dunia 2026. Mereka membeli jersey, menonton pertandingan, dan mendukung tim favorit mereka. Maradona, meskipun telah pensiun, masih dikenang sebagai salah satu pemain sepak bola paling berpengaruh dalam sejarah.
Kesimpulan dari kisah Maradona dan Piala Dunia 2026 adalah bahwa sepak bola memiliki kekuatan untuk menyatukan orang-orang dari seluruh dunia. Meskipun terdapat kontroversi dan kasus doping, sepak bola tetap menjadi olahraga yang paling populer di dunia. Fans sepak bola akan terus mendukung tim favorit mereka dan menonton pertandingan dengan penuh antusiasme.
