Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 12 April 2026 | Dalam sebuah derby yang memanas di Carrow Road pada Sabtu, 11 April 2026, Ips Ipswich Town berhasil merebut tiga poin penting dengan kemenangan 2-0 atas Norwich City. Kemenangan ini menandai pertama kalinya dalam dua dekade Ipswich menjuarai laga tandang melawan rivalnya, sekaligus menambah jeda 33 tahun sejak mereka melakukan double atas Norwich dalam satu musim.
Serangan awal Ipswich dimulai dari menit ke-11 ketika Jaden Philogene mengeksekusi tendangan penalti yang diberikan setelah kontroversi di area kotak penalti Norwich. Gol penalti tersebut menjadi gol pertama musimnya dan mengangkat semangat tim tamu yang bertekad menguasai pertandingan.
Dominasi kepemilikan bola jelas berada di pihak Norwich, yang mencatat 13 corner dibandingkan satu corner saja milik Ipswich. Namun, peluang mereka terhalang oleh pertahanan solid Ipswich serta penampilan gemilang kiper Christian Walton. Dua kali upaya tembakan dari striker Norwich, George Hirst, berhasil diblokir oleh kiper tamu, sementara penyerang lain seperti Pelle Mattsson dan Anis Ben Slimane hanya mampu menguji kiper tanpa menghasilkan gol.
Babak pertama berakhir dengan skor 0-2 berkat gol kedua yang tercipta pada menit tambahan pertama babak pertama (45+1). Serangan balik cepat dimulai dari tekel Jack Taylor yang gagal menghalau lemparan jauh. Bola kemudian disambut oleh Greaves yang menukikkan kepala ke arah Hirst, yang berada tak terjaga di tiang belakang. Hirst menendang bola dengan keras ke sudut bawah gawang, menambah keunggulan Ipswich.
Menjelang jeda, suasana semakin tegang dengan 10 kartu kuning yang dikeluarkan wasit Anthony Backhouse, termasuk satu kartu kuning untuk Marcelino Nunez yang masuk sebagai pengganti dari bangku cadangan. Nunez, mantan pemain Norwich, justru menambah ketegangan dengan aksi-aksi yang memancing kemarahan wasit.
Memasuki babak kedua, Norwich terus menekan dengan serangkaian corner dan serangan sayap, namun pertahanan Ipswich tetap kokoh. Slimane kembali menguji kiper dengan tembakan jarak jauh, namun tidak berhasil menambah angka. Keterbatasan efektivitas serangan Norwich menjadi titik lemah yang dimanfaatkan Ipswich untuk menjaga keunggulan.
Kehadiran penonton mencapai 26.826 orang menambah atmosfer derby yang panas. Kegembiraan pendukung Ipswich tampak jelas ketika tim mereka mengukir sejarah dengan kemenangan pertama di Carrow Road sejak tahun 2006. Manajer Kieran McKenna menyatakan kepuasannya atas performa tim, sekaligus menekankan pentingnya konsistensi untuk mengejar posisi promosi otomatis ke Premier League.
Sementara itu, pelatih Norwich, Philippe Clement, mengakui bahwa timnya masih membutuhkan perbaikan dalam hal penyelesaian akhir dan ketahanan mental. Meskipun mereka menguasai penguasaan bola, ketidakmampuannya memanfaatkan peluang menjadi faktor utama kegagalan mereka.
Kemenangan ini menempatkan Ipswich kembali di posisi kedua klasemen Championship, mengungguli Millwall yang baru saja memperoleh satu poin dari hasil imbang melawan West Bromwich Albion. Dengan hasil ini, Ipswich kini kembali berada dalam perburuan tempat otomatis promosi, sementara Norwich harus memperbaiki strategi mereka untuk tetap bersaing di puncak klasemen.
Secara keseluruhan, derby ini tidak hanya menampilkan aksi di lapangan, tetapi juga menyoroti rivalitas historis antara dua kota Suffolk. Kemenangan Ipswich menandai era baru bagi klub yang berambisi kembali ke Premier League, sementara Norwich harus mengevaluasi kembali taktik mereka untuk mengembalikan kejayaan.
