Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 22 April 2026 | Hugo Ekitiké, penyerang muda asal Prancis yang baru bergabung dengan Liverpool pada musim panas lalu, mengalami cedera Achilles yang diperkirakan mengakhiri partisipasinya di Piala Dunia 2026. Insiden terjadi saat timnas Prancis melakukan latihan persiapan di depan publik, di mana Ekitiké terjatuh dan harus dikeluarkan dengan menggunakan tandu. Gambarannya menimbulkan spekulasi bahwa tendon Achilles-nya mengalami robekan parsial atau total.
Berita ini langsung menyebar ke media sepak bola Inggris dan Prancis. Canal+ melaporkan bahwa tim medis klub dan dokter timnas tengah melakukan serangkaian pemeriksaan untuk menilai tingkat keparahan luka. Dokter Nicolas Baudrier, yang menangani cedera pemain, menyatakan kemungkinan besar terjadi ruptur lengkap yang memerlukan operasi dan masa pemulihan hingga sembilan bulan. Jika prediksi tersebut tepat, Ekitiké tidak hanya kehilangan sisa musim Premier League, melainkan juga peluang terakhirnya untuk tampil di ajang internasional terbesar.
Situasi ini menambah kekhawatiran Didier Deschamps, pelatih timnas Prancis, yang kini harus menyesuaikan skuad menyerang menjelang turnamen. Sebelumnya, Deschamps sempat menaruh harapan pada kombinasi Ekitiké dengan Randal Kolo Muani, yang sedang menjadi bahan pembicaraan sebagai target potensial Liverpool. Kolo Muani, yang saat ini dipinjam dari Paris Saint-Germain, diperkirakan dapat menjadi pengganti sementara di lini depan, namun kini muncul spekulasi baru mengenai siapa yang akan mengisi kekosongan yang ditinggalkan Ekitiké.
Di sisi lain, Liverpool tampak bersedia mempercepat proses perekrutan untuk memperkuat lini serang. Sebuah laporan mengungkapkan bahwa manajemen Merseyside siap bersaing dengan klub lain demi mendapatkan penyerang Prancis yang memiliki kecepatan dan insting gol tinggi. Namun, cedera Ekitiké membuat rencana tersebut harus direvisi. Arne Slot, pelatih Liverpool, menyatakan dalam konferensi pers bahwa keadaan pemain sangat serius, dan belum dapat dipastikan apakah Ekitiké akan kembali bermain pada sisa musim ini. Slot menambahkan, “Kami akan terus memantau proses rehabilitasi, namun prioritas utama kini adalah kesembuhan pemain.
Kepergian Ekitiké dari lapangan juga memberi peluang bagi pemain lain di skuad Liverpool, seperti Diogo Jota dan Darwin Núñez, untuk meningkatkan peran mereka. Sementara itu, spekulasi transfer kembali mengalir, dengan nama-nama seperti Marcus Thuram dari Inter Milan muncul sebagai alternatif bagi Liverpool. Thuram, yang tengah menunjukkan performa impresif di Serie A, bahkan mengklaim dirinya dapat mengisi kekosongan yang ditinggalkan Ekitiké, terutama menjelang fase akhir kompetisi domestik dan Eropa.
Di tingkat internasional, cedera tersebut menimbulkan dampak signifikan pada strategi Timnas Prancis. Dengan hanya dua minggu tersisa sebelum pemberlakuan skuad akhir Piala Dunia, Deschamps harus memutuskan apakah tetap menaruh harapan pada pemulihan cepat Ekitiké atau mengandalkan alternatif lain seperti Olivier Giroud, Kylian Mbappé, dan Antoine Griezmann. Sebuah laporan menyebutkan bahwa dokter timnas masih menunggu hasil MRI final untuk memastikan status tendon Achilles. Jika hasilnya mengonfirmasi ruptur, maka Ekitiké dipastikan absen dari Qatar 2026.
Media Prancis juga menyoroti efek psikologis cedera terhadap rekan setim. Dalam sebuah wawancara, Marcus Thuram mengungkapkan rasa simpati terhadap Ekitiké, sekaligus menekankan pentingnya solidaritas dalam tim. “Kami semua merasakan kesedihan karena cedera teman kami. Namun, kami harus tetap fokus pada target klub dan negara,” ujar Thuram.
Secara keseluruhan, situasi Hugo Ekitiké menimbulkan pertanyaan besar mengenai masa depan kariernya di Liverpool dan kontribusinya untuk Timnas Prancis. Jika operasi diperlukan, proses rehabilitasi yang panjang dapat menunda debutnya di Premier League hingga musim berikutnya, sekaligus menghilangkan peluangnya berpartisipasi di Piala Dunia. Sementara itu, Liverpool harus menyesuaikan taktik serangannya dan mencari opsi transfer tambahan untuk tetap kompetitif di Liga Inggris dan kompetisi Eropa.
Dengan tekanan yang terus meningkat dari para suporter dan media, keputusan selanjutnya akan sangat menentukan arah kedua entitas: klub dan timnas. Bagaimanapun, cedera ini menjadi pengingat keras akan risiko fisik yang selalu mengintai para pemain sepak bola profesional.
