Bojan Hodak Kritik Tajam, Meski Persib Bandung Raih Comeback Gila 4-2 Atas Bhayangkara

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 02 Mei 2026 | Persib Bandung kembali memuncaki klasemen Super League 2025-2026 setelah mengukir kemenangan dramatis 4-2 melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, pada Kamis (30/4/2026). Pertandingan yang berlangsung pada pekan ke-30 ini memperlihatkan perubahan total dalam pola permainan, mulai dari keterpurukan dua gol awal hingga kebangkitan yang mengesankan di babak kedua.

Babak pertama dimulai dengan tempo tinggi dari tuan rumah. Bernard Doumbia mencetak gol pembuka pada menit keenam, memanfaatkan ruang yang diberikan oleh lini pertahanan Persib yang belum terorganisir. Tak lama kemudian, pada menit ke-26, Mousa Sidibe menambah keunggulan Bhayangkara menjadi 2-0. Kedua gol tersebut mengungkapkan kelemahan taktis tim asuhan Bojan Hodak pada fase awal, terutama dalam menutup ruang bagi serangan balik lawan.

Baca juga:

Merespon situasi tersebut, Persib perlahan menemukan ritme. Federico Barba berhasil memperkecil selisih pada menit 45+2 dengan sundulan yang memaksa lawan berdepan dengan tekanan. Saat peluit akhir babak pertama berbunyi, skor masih 2-1, menandakan bahwa tim asuhan Bojan Hodak mulai mengubah pendekatan permainan.

Memasuki babak kedua, Persib tampil lebih agresif. Rosembergne Da Silva menyamakan kedudukan pada menit 49, diikuti oleh Beckham Putra Nugraha yang memberikan keunggulan 2-1 pada menit 60. Tekanan terus berlanjut, dan pada menit 89 Adam Alis Setyano menutup skor menjadi 4-2, memastikan kemenangan impresif Persib. Daftar pencetak gol dapat dilihat pada daftar berikut:

  • Bernard Doumbia (Bhayangkara) – 6′
  • Mousa Sidibe (Bhayangkara) – 26′
  • Federico Barba (Persib) – 45+2′
  • Rosembergne Da Silva (Persib) – 49′
  • Beckham Putra Nugraha (Persib) – 60′
  • Adam Alis Setyano (Persib) – 89′

Meski hasil akhir menggembirakan, Bojan Hodak tidak menutup mata terhadap kekurangan timnya. “Kami memasuki pertandingan dengan cara yang salah. Kami memainkan persis apa yang seharusnya tidak kami lakukan. Kami memberi mereka banyak ruang untuk melakukan serangan balik,” ungkapnya usai laga. Ia menilai bahwa fase awal pertandingan tidak mencerminkan kualitas yang diharapkan, dan menekankan pentingnya disiplin taktis sejak menit pertama.

Menurut Bojan Hodak, perubahan taktik terjadi setelah tim berhasil mengurangi defisit dua gol. “Setelah tertinggal 2-0, kami mulai bangkit dan menciptakan beberapa peluang bersih. Saya rasa mereka tidak memiliki peluang berarti selain gol-gol yang dianulir karena offside,” tambahnya. Penilaian tersebut mencerminkan bahwa pelatih berhasil menyesuaikan formasi, meningkatkan pressing, dan memanfaatkan kecepatan pemain sayap dalam transisi menyerang.

Kemenangan ini menambah 3 poin penting, membawa Persib mengumpulkan 69 poin dan menyalip Borneo FC dari puncak klasemen sementara. Dengan selisih poin yang semakin tipis, persaingan menuju gelar juara menjadi semakin ketat. Bojan Hodak menegaskan bahwa tiga poin ini krusial untuk menjaga peluang Persib dalam perburuan gelar musim ini.

Ke depan, Persib harus mempertahankan konsistensi defensif sekaligus memaksimalkan kemampuan menyerang yang baru terbukti efektif. Jika tim dapat mengulang pola permainan yang menekan lawan sejak awal, kritik tajam Bojan Hodak dapat berubah menjadi pujian atas strategi yang matang. Sementara itu, Bhayangkara harus mengevaluasi kegagalan dalam mempertahankan keunggulan, khususnya dalam menanggapi tekanan tinggi di babak kedua.

Secara keseluruhan, pertandingan ini tidak hanya menambah poin, tetapi juga menjadi pelajaran penting bagi kedua tim. Persib Bandung kini berada di posisi yang menguntungkan untuk melaju ke fase akhir, sementara Bojan Hodak tetap bertekad memperbaiki aspek-aspek yang masih lemah, agar performa tim terus meningkat menjelang sisa musim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *