Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 08 Juli 2026 | Piala Dunia 2026 menyaksikan Belgia membalas dendam atas kontroversi seputar penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, dengan mengalahkan tuan rumah 4-1 pada babak 16 besar. Kemenangan ini memungkinkan Belgia melaju ke perempat final untuk menghadapi Spanyol.
Sebelum pertandingan, terjadi kontroversi terkait keputusan FIFA yang menangguhkan hukuman larangan bermain Balogun. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan meminta Presiden FIFA, Gianni Infantino, untuk meninjau ulang kasus tersebut. Namun, Belgia tidak terpengaruh oleh polemik di luar lapangan dan malah menggunakan itu sebagai motivasi tambahan.
Charles De Ketelaere membuka keunggulan bagi Belgia pada menit kesembilan, dan meskipun Amerika Serikat menyamakan kedudukan sementara melalui gol Malik Tillman, Belgia segera kembali unggul berkat sundulan De Ketelaere. Hans Vanaken dan Romelu Lukaku kemudian memperlebar keunggulan Belgia, sehingga mengakhiri perjalanan Amerika Serikat di Piala Dunia 2026.
Pelatih Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, mengakui bahwa timnya tidak menampilkan performa terbaik dan bahwa Belgia lebih baik. Ia menambahkan bahwa hari itu sangat buruk bagi timnya dan bahwa mereka harus belajar dari kekalahan tersebut.
Keputusan FIFA yang kontroversial dan campur tangan politik sebelum pertandingan tidak mengganggu fokus Belgia. Mereka malah menggunakan situasi tersebut untuk memacu semangat dan memperkuat tekad mereka untuk menang. Dengan kemenangan ini, Belgia membuktikan bahwa di lapangan, sepak bola adalah yang utama, bukan politk atau kontroversi.
Kemenangan Belgia atas Amerika Serikat menandai akhir dari perjalanan tuan rumah di Piala Dunia 2026. Belgia akan melanjutkan perjuangan mereka di perempat final, sementara Amerika Serikat harus menerima kekalahan dan memulai proses evaluasi untuk meningkatkan performa di turnamen mendatang.
