Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 27 April 2026 | Derbi Jawa Timur antara Persebaya Surabaya dan Arema FC kembali digelar pada pekan ke-30 BRI Super League 2025/2026, Selasa 28 April 2026, di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Tanpa penonton akibat kebijakan keamanan, atmosfer tetap memanas karena rivalitas historis yang sudah terukir selama lebih satu dekade.
Pelatih asal Portugal, Bernardo Tavares, menegaskan bahwa pertandingan ini bukan sekadar laga biasa. “Kami tahu Arema adalah tim kuat, namun kami juga tak mau kalah. Jika kami bermain seperti melawan Malut United, kami yakin dapat memberikan kejutan,” ujarnya dalam konferensi pers sebelum pertandingan. Tavares menekankan pentingnya menjaga harga diri tim setelah mencatat rekor menakjubkan: selama tujuh tahun terakhir, Persebaya belum pernah terkalahkan oleh Arema, mencatat tujuh kemenangan dan tiga hasil imbang sejak 2020.
Persebaya memasuki laga ini dengan modal positif. Pada pekan ke-29, mereka berhasil menaklukkan Malut United 2-0 di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, memperlihatkan disiplin taktik meski berada di posisi penguasaan bola yang lebih rendah. Gol-gol yang dicetak oleh Francisco Rivera dan Pedro Matos menunjukkan kemampuan konversi peluang yang klinis. Kemenangan tersebut menghentikan tren negatif tiga pertandingan tandang beruntun yang sebelumnya menelan kekalahan melawan Madura United dan dua laga lainnya.
Sementara itu, masalah fisik menjadi tantangan utama. Kapten Bruno Moreira dan kiper utama Ernando Ari belum kembali fit setelah mengalami cedera berulang. Kedua pemain tersebut dinyatakan diragukan untuk tampil melawan Arema. Tavares menjelaskan, “Kami akan menilai kondisi pemain secara individual dan menyesuaikan strategi dengan karakter lawan. Kami tidak mau mengorbankan kesehatan pemain demi kepentingan jangka pendek.”
Statistik pertemuan antara Persebaya dan Arema selama dekade terakhir menegaskan dominasi biru putih:
- 10 pertemuan sejak 2020
- 7 kemenangan Persebaya
- 3 hasil imbang
- 0 kekalahan
Rekor ini menjadi beban psikologis tersendiri bagi Arema, yang harus mematahkan aura tak terkalahkan tersebut. Sementara itu, pemain asing Montenegro, Milos Raickovic, menegaskan kesiapan mental tim. “Kami selalu memberi 100 persen dalam latihan dan pertandingan. Hasilnya akan muncul di lapangan,” kata Raickovic menjelang laga.
Dengan jadwal kompetisi yang padat, Tavares harus mengatur rotasi pemain. Pada pekan sebelumnya, Persebaya mengandalkan formasi 4-3-3 dengan Francisco Rivera sebagai penyerang utama, didukung oleh Pedro Matos yang berperan sebagai gelandang menyerang. Namun, ketidakhadiran Bruno Moreira di lini tengah memaksa Tavares untuk mempercayakan tugas kreatif kepada pemain muda seperti Taufik Rustam.
Selain taktik, faktor eksternal juga memengaruhi. Penundaan lokasi laga dari Malang ke Bali karena pertimbangan keamanan menambah tantangan logistik. Tanpa dukungan suporter langsung, pemain harus mengandalkan motivasi internal dan dukungan virtual melalui media sosial.
Para pengamat sepak bola menilai bahwa keberhasilan Persebaya kali ini sangat bergantung pada kemampuan mengeksekusi serangan balik cepat serta menjaga konsistensi pertahanan. Arema, yang dikenal dengan gaya permainan menyerang, diprediksi akan mencoba mendominasi penguasaan bola. Jika Persebaya dapat memanfaatkan transisi cepat dan memaksimalkan peluang dari tendangan sudut, peluang untuk mempertahankan rekor tak terkalahkan akan semakin besar.
Di akhir konferensi, Tavares menutup dengan pernyataan optimis: “Kami akan menyiapkan strategi terbaik, menyesuaikan kondisi pemain, dan tetap berpegang pada filosofi permainan kami. Derbi ini akan menjadi bukti bahwa Persebaya tetap menjadi tim yang tidak mudah dikalahkan.”
Dengan catatan historis yang kuat, dukungan moral dari suporter di dunia maya, dan tekad kuat dari pelatih serta pemain, Persebaya Surabaya siap menantang Arema FC dan mempertahankan gelar tak terkalahkan selama tujuh tahun terakhir.
