Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 26 Juli 2026 | Bursa transfer MotoGP telah menyajikan salah satu dinamika paling dinantikan untuk peta persaingan pada musim 2027. Marc Marquez dipastikan bertahan bersama Ducati hingga akhir musim 2028, sementara Pedro Acosta dipastikan berlabuh di pabrikan Borgo Panigale tersebut pada musim 2027.
Dua talenta terbaik di grid MotoGP saat ini tidak hanya akan berada di bawah naungan tim yang sama, tetapi juga diproyeksikan bakal terlibat dalam pertempuran sengit yang diyakini akan menandai era baru kejuaraan.
Marc Marquez menjadi salah satu pihak pertama yang secara terbuka mengagumi potensi besar pembalap muda asal Murcia tersebut saat Acosta mulai meniti jalan menuju kelas utama.
“Pedro adalah salah satu pembalap muda yang sangat berbakat dan sangat cepat. Gaya balapnya bagus, talentanya luar biasa, dan ia cepat. Ia akan segera hadir untuk bersaing bersama kami,” puji Marquez kala itu.
Prediksi sang juara dunia sembilan kali tersebut terbukti tepat. Sementara itu, Marc Marquez justru mengambil keputusan berbeda dengan tetap tinggal di Spanyol sepanjang karier balapnya.
“Saya paham orang-orang yang ingin pindah. Mereka bebas menentukan pilihan,” ujar Marquez.
“Tapi secara pribadi saya merasa bebas kalau tinggal di tempat yang memang saya inginkan,” lanjut pebalap Ducati Lenovo Team tersebut.
Marquez mengaku pendapatannya masih lebih dari cukup meski harus membayar pajak di Spanyol.
“Tentu saya menghasilkan banyak uang. Meski membayar pajak, saya masih punya banyak. Jadi memang itu membantu,” kata Marquez.
Red Bull KTM jadi satu-satunya tim pabrikan tanpa rider berstatus juara dunia di MotoGP 2027. Ditambah, mereka akan kehilangan pembalap bintang dalam diri Pedro Acosta.
Bursa transfer pembalap semakin seru memasuki pertengahan MotoGP 2026. Satu per satu pabrikan mulai mengisi serta melengkapi susunan rider untuk menyambut era baru.
Semua diawali dari pengumuman perpanjangan kontrak Marc Marquez di tim Ducati Lenovo. Kemudian, mereka resmi menyatakan melepas Francesco Bagnaia untuk musim depan.
Tak lama setelah mengumumkan soal Bagnaia, Ducati menyatakan resmi meminang Acosta dari KTM untuk MotoGP 2027.
Lalu, Pecco juga dinyatakan bergabung dengan Aprilia Racing. Berturut-turut, Aprilia menyatakan melepas Jorge Martin, yang kemudian hengkang ke tim pabrikan Yamaha bersama dengan Ai Ogura.
Lalu, skuad balap asal Jepang itu mengumumkan kepergian Alex Rins serta Fabio Quartararo. Nama terakhir dikonfirmasi bergabung dengan tim pabrikan Honda HRC Castrol.
Tapi, belum diketahui siapa yang akan jadi rekan setim Quartararo musim depan.
Performa Francesco Bagnaia pada MotoGP 2026 mendapat sorotan tajam dari pengamat sekeligus manajer pebalap senior Carlo Pernat.
Menurutnya, penurunan performa pebalap Ducati Lenovo Team itu bukan disebabkan masalah teknis, melainkan faktor mental sejak Marc Marquez bergabung dengan tim pabrikan Ducati.
Pernat menilai persoalan yang dialami Bagnaia lebih berkaitan dengan kondisi psikologis daripada kemampuan mengendarai motor.
“Di MotoGP ada pebalap yang benar-benar fenomenal, dan ada juga yang merupakan juara,” kata Pernat.
“Menurut saya, hanya ada tiga pebalap fenomenal, yaitu Marc Marquez, Pedro Acosta, dan Fabio Quartararo. Sementara Pecco Bagnaia masuk dalam kelompok juara,” ujar Pernat.
Meski begitu, Pernat menegaskan penilaiannya tersebut bukan berarti meremehkan prestasi Bagnaia.
Fermin Aldeguer tidak merasa kecewa gagal bertandem dengan Marc Marquez di tim pabrikan Ducati Lenovo.
Ia juga paham alasan Pedro Acosta yang dipilih sebagai rekan duet pada MotoGP 2027.
Aldeguer lebih dulu dikontrak Ducati sejak 2024. Padahal, pembalap asal Spanyol itu masih bersaing di Moto2 dan pada akhirnya harus rela jadi runner up di belakang Acosta.
Saat promosi pada 2025, Aldeguer dititipkan Ducati Corse ke tim Gresini Racing.
Siapa sangka, kiprahnya sangat ciamik dengan satu kemenangan di MotoGP Mandalika serta tiga kali naik podium.
Totalnya, Aldeguer menorehkan satu kemenangan dan empat podium dalam 30 balapan bersama Gresini pada kurun 2025-2026.
Sangat logis jika Ducati memilihnya naik ke tim pabrikan suatu hari nanti.
Tapi, pabrikan asal Borgo Panigale itu justru memilih Acosta yang sama sekali belum pernah menang di MotoGP sejak debut pada 2024.
Catatannya hanya 13 kali naik podium dalam 52 balapan.
Aldeguer mengaku paham kenapa Ducati memilih Acosta sebagai tandem Marquez.
Ia yakin kesempatannya membela tim pabrikan tersebut masih terbuka lebar kendati musim depan harus rela mengaspal di tim satelit VR46 Racing Team.
Kesimpulan dari semua itu adalah bahwa persaingan di MotoGP 2027 akan sangat sengit dengan kehadiran Marc Marquez dan Pedro Acosta di satu tim, Ducati.
Ini akan menjadi salah satu pertarungan yang paling ditunggu-tunggu di kalender balap MotoGP musim depan.
