Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 29 April 2026 | Hasil pertandingan grup D Thomas Cup 2026 di Forum Horsens, Denmark, mencatat kegagalan dramatis tim bulu tangkis Indonesia. Jonatan Christie, yang diharapkan menjadi andalan tunggal putra, kembali mengalami kekalahan setelah mengalami revans dari Christo Popov, putra terkuat Prancis. Sementara itu, Anthony Sinisuka Ginting melanjutkan rangkaian kekalahan timnya dengan hasil akhir 22-20, 15-21, 20-22 melawan Toma Junior Popov.
Kedua pertandingan ini bukan sekadar pertemuan biasa. Kedatangan Christo Popov di lapangan menandai momen penting bagi Prancis yang sebelumnya sudah mengantongi kemenangan atas Alex Lanier, memperkuat posisi mereka di puncak grup. Jonatan Christie, yang memulai laga dengan agresif, sempat memimpin pada set pertama namun tak mampu menahan serangan balik Popov yang menampilkan variasi smash dan drop shot yang tajam. Set kedua berakhir dengan kemenangan Popov 21-15, mengunci skor 2-0 untuk tim Prancis.
Di laga penutup, Anthony Ginting berjuang keras melawan Toma Junior Popov. Ginting membuka set pertama dengan keunggulan 5-1 dan terus menambah jarak hingga 11-7 sebelum jeda. Namun, setelah interval, Popov meningkatkan intensitas, mengubah taktik dengan backhand yang lebih tajam, dan berhasil memutar kembali skor menjadi 11-9. Ginting sempat kembali memimpin pada poin 12-9, namun pertarungan menjadi semakin sengit hingga titik akhir set pertama berakhir 22-20 untuk Popov.
Set kedua, Ginting berhasil menyesuaikan permainan, mengandalkan serangan silang yang memaksa Popov melakukan kesalahan. Ia menutup set dengan skor 21-15, menunjukkan kemampuan mental yang kuat. Namun, kelelahan dan tekanan mental tampak mempengaruhi performa Ginting di set ketiga. Popov kembali menguasai ritme permainan, memanfaatkan celah di pertahanan Ginting dan mengamankan kemenangan 22-20.
Dengan hasil 0-3 melawan Prancis, Indonesia berada dalam posisi terpuruk di grup D. Poin yang terkumpul sebelumnya, yakni kemenangan telak 5-0 atas Aljazair dan kemenangan dramatis 3-2 melawan Thailand, tidak cukup untuk menutup defisit. Skenario yang masih memungkinkan Indonesia melaju ke perempat final memerlukan kombinasi hasil yang sangat spesifik: Indonesia harus kalah 2-3 melawan Prancis, sementara Thailand harus mengalahkan Aljazair dengan skor 5-0. Jika kedua kondisi terpenuhi, Indonesia tetap dapat menempati posisi runner-up grup dan melaju ke babak selanjutnya.
Namun, tekanan kini berada di pundak tim ganda Indonesia. Kedua pasangan ganda, baik putra maupun putri, harus mengoptimalkan performa mereka untuk mengamankan poin penting. Pelatih tim menekankan pentingnya konsistensi, koordinasi, dan strategi servis yang variatif guna menahan serangan ganda Prancis yang dikenal agresif.
- Jonatan Christie vs Christo Popov: 15-21, 15-21
- Anthony Ginting vs Toma Junior Popov: 22-20, 15-21, 20-22
- Indonesia vs Aljazair: 5-0 (menang)
- Indonesia vs Thailand: 3-2 (menang)
Secara historis, kegagalan Indonesia menembus fase knockout grup merupakan catatan terburuk dalam partisipasi Thomas Cup sejak debut kompetisi pada 1949. Rekor ini menambah beban mental bagi para pemain, khususnya bagi generasi muda yang masih menunggu momen kebangkitan kembali ke puncak dunia bulu tangkis.
Para pemain menyatakan keprihatinan dan tekad untuk memperbaiki performa pada sisa turnamen. Jonatan Christie mengaku bahwa kekalahan tersebut menjadi pelajaran berharga dalam mengatur taktik dan stamina di level internasional. Sementara Anthony Ginting menekankan pentingnya dukungan tim dan persiapan fisik yang lebih matang untuk menghadapi lawan-lawan kuat seperti Prancis.
Dengan situasi yang menegangkan, sorotan kini beralih ke pertandingan ganda yang dijadwalkan pada hari berikutnya. Keberhasilan mereka akan menentukan apakah Indonesia masih dapat melanjutkan perjalanan di Thomas Cup 2026 atau harus menutup partisipasi dengan catatan paling suram dalam sejarah kompetisi.
