Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 26 April 2026 | Ketika sorotan media menyoroti pencapaian Megawati Hangestri Pertiwi di ajang Proliga 2026, pertanyaan besar mengemuka: apakah Megawati Hangestri kembali ke Korea? Penampilannya yang memukau pada final menambah spekulasi tentang langkah selanjutnya dalam karier internasional sang atlet voli putri.
Pertandingan puncak Proliga 2026 di GOR Amongrogo, Yogyakarta pada Sabtu, 25 April, menyaksikan Jakarta Pertamina Enduro mengamankan gelar juara dengan kemenangan telak 3-0 melawan Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia (25-19, 25-23, 25-20). Megawati, yang lahir pada 20 September 1999 di Jember, menjadi salah satu penopang utama, mencatat 15 poin dan menempati posisi pendulang angka terbanyak kedua di tim. Sementara top skor Jakarta Pertamina di laga itu, Irina Voronkova, menorehkan 25 poin.
Keberhasilan tim tidak lepas dari kontribusi individu Megawati yang meraih dua penghargaan bergengsi, yaitu Best Opposite dan Most Valuable Player (MVP). Kedua penghargaan tersebut dilengkapi dengan bonus uang tunai masing-masing Rp 10 juta. Penghargaan ini menandai gelar juara kedua Megawati di kancah domestik, setelah sebelumnya mengantarkan Jakarta BIN meraih gelar pada musim 2024.
Selain sorotan pada performa di dalam negeri, kehadiran pelatih tim voli Korea, Hyundai Hillstate, Kang Sung Hyung, menambah dimensi baru pada narasi. Kang Sung Hyung hadir secara langsung di GOR Amongrogo untuk menyaksikan aksi Megawati, dengan tujuan menilai apakah sang pemain layak kembali berkompetisi di Korea, negara yang dikenal sebagai Negeri Ginseng. Pengamatannya mencakup analisis teknis pada serangan sisi kanan, kecepatan servis, serta kemampuan bertahan yang kini telah pulih setelah cedera lutut yang diderita Megawati pada awal musim.
Megawati memang tengah menjalani proses rehabilitasi cedera lutut pasca Proliga. Tim medis Jakarta Pertamina Enduro melaporkan bahwa proses penyembuhan berjalan positif, namun mereka tetap menekankan perlunya istirahat total selama beberapa minggu ke depan. Kondisi ini menjadi faktor utama yang menunda keputusan definitif mengenai kepindahan ke Korea. Meski demikian, Kang Sung Hyung menyatakan, “Kami melihat potensi besar pada Megawati. Jika kondisinya memungkinkan, kami akan membuka pintu bagi dia untuk bergabung kembali dengan Hyundai Hillstate pada musim berikutnya.”
Spekulasi mengenai kepulangan Megawati ke Korea tidak hanya berlandaskan pada performa lapangan, melainkan juga pada aspek ekonomi dan eksposur internasional. Gaji di liga Korea Selatan biasanya lebih tinggi, dan eksposur media yang lebih luas dapat meningkatkan profil pribadi atlet. Namun, keputusan akhir tetap bergantung pada kondisi medis, keinginan pribadi, serta negosiasi kontrak antara kedua belah pihak.
Di luar lapangan, Megawati mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan yang diraihnya dan menegaskan komitmennya untuk kembali ke performa puncak. “Saya sangat berterima kasih kepada pelatih, rekan satu tim, serta seluruh pihak yang mendukung saya selama proses pemulihan. Fokus saya saat ini adalah menyelesaikan rehabilitasi dengan baik, dan saya berharap dapat kembali bermain di level tertinggi, baik di Indonesia maupun di luar negeri,” ujar Megawati dalam konferensi pers pasca final.
Dengan status Jakarta Pertamina Enduro yang kini menjadi juara berturut-turut (back-to-back) dan Megawati yang menambah daftar prestasi pribadi, masa depan voli wanita Indonesia tampak cerah. Apakah Megawati Hangestri kembali ke Korea menjadi langkah logis berikutnya? Hanya waktu yang akan menjawab, namun satu hal pasti: nama Megawati akan terus menjadi sorotan utama di dunia voli Asia.
