Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 10 April 2026 | Pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri, menorehkan penampilan gemilang pada babak 16 besar Badminton Asia Championships 2026 yang digelar di Ningbo Olympic Sports Center Gymnasium, China. Pada Kamis 9 April, duo muda itu berhasil mengalahkan tim tuan rumah Chen Bo Yang dan Liu Yi dengan skor 21-17, 25-23, meskipun sempat tertinggal pada game kedua.
Awal pertandingan berjalan lancar bagi Alfian/Fikri. Pada game pertama mereka mengendalikan tempo dan menutup set dengan selisih empat poin, 21-17. Namun di game kedua, lawan China menekan dengan serangan cepat dan menguasai papan skor hingga 11-5. Fajar Alfian mengakui bahwa situasi tersebut menuntut mereka mengubah taktik dan meningkatkan intensitas. “Kami sempat tertinggal 11-5, namun terus mencoba berbagai cara untuk mengejar poin dan berhasil membalikkan situasi,” ujarnya dalam konferensi pers PBSI.
Kemenangan ini menambah daftar panjang prestasi Fajar Alfian di kancah internasional. Pada usia 31 tahun, ia telah mengantongi dua gelar All England bersama Muhammad Rian Ardianto, dan kini menambah catatan penting dengan menembus perempat final bersama Shohibul Fikri. Alfian menekankan bahwa kompetisi di Asia sangat ketat, sehingga fokus pada pemulihan dan istirahat menjadi prioritas utama menjelang laga berikutnya. “Recovery dan istirahat harus maksimal, agar kami dapat tampil lebih lepas dan menikmati permainan,” tambahnya.
Jadwal perempat final Badminton Asia Championships 2026 menampilkan lima wakil Indonesia yang akan bertarung pada Jumat 10 April 2026. Berikut susunan pertandingan yang telah dirilis oleh penyelenggara:
- Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri (unggulan 5) vs Fang-Chih Lee/Fang-Jen Lee (Taiwan) – Match 8, pukul 10.00 WIB.
- Jonatan Christie (unggulan 3) vs Ayush Shetty (India) – Match 4.
- Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum vs Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto (Jepang) – Match 7.
- Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia S. Ramadhanti vs Rin Iwanaga/Kie Nakanishi (Jepang) – Match 9.
- Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi vs Kim Won Ho/Seo Seung Jae (Korea Selatan) – Match 10.
Di luar lapangan, Alfian menyoroti pentingnya aspek mental dalam menghadapi tekanan turnamen besar. Ia menilai bahwa kemampuan mengelola stres dan menjaga konsentrasi sama krusialnya dengan teknik bermain. “Kunci kebangkitan terletak pada kepala, bukan sekadar fisik,” katanya dalam wawancara terpisah.
Para pengamat menilai kolaborasi antara pengalaman veteran Alfian dan energi muda Shohibul Fikri menjadi faktor utama keberhasilan duo ini. Sementara lawan dari Taiwan yang akan dihadapi pada perempat final diketahui memiliki gaya permainan yang lebih taktis, menuntut pasangan Indonesia untuk menyesuaikan strategi secara cepat. Tim pelatih Indonesia pun menyiapkan program pemulihan intensif, meliputi terapi fisik, nutrisi optimal, dan penyesuaian jadwal tidur, guna memastikan kebugaran optimal menjelang pertandingan selanjutnya.
Dengan semangat tinggi, dukungan penuh dari para suporter, serta persiapan matang, Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri kini menatap peluang besar untuk menembus final dan memperjuangkan gelar juara. Penampilan mereka tidak hanya menjadi kebanggaan bagi bulu tangkis Indonesia, tetapi juga menginspirasi generasi muda untuk terus berjuang di panggung internasional. Jika berhasil melaju ke final, duo ini akan menjadi contoh nyata bahwa kombinasi pengalaman veteran dan semangat muda dapat menghasilkan sinergi yang mengalahkan lawan‑lawannya dari negara‑negara badminton besar lainnya.
