Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 27 April 2026 | Piala Thomas 2026 kembali menjadi sorotan dunia bulu tangkis setelah tim putra Indonesia berhasil mengukir kemenangan dramatis melawan Thailand dengan skor 3-2 pada laga kedua grup D yang digelar di Forum Horsens, Denmark, Minggu (26/4/2026). Pertandingan yang semula tampak menguntungkan Thailand berbalik arah berkat penampilan gemilang dari tiga pasangan ganda dan satu pemain tunggal Indonesia.
Sejak edisi pertama Piala Thomas pada tahun 1949, Indonesia memiliki catatan tak terkalahkan melawan Thailand dalam kompetisi ini. Rekor itu hampir terhapus ketika Jonatan Christie tersingkir di laga tunggal putra pertama setelah menurunkan kemenangan tipis 16-21, 22-20, 20-22 melawan Kunlavut Vitidsarn. Namun, Sabar Karyaman Gutama dan Moh. Reza Pahlevi Isfahani berhasil menyeimbangkan kedudukan dengan mengalahkan pasangan Thailand, Chaloempoen Charoenkitamorn dan Worrapol Thongsa-nga, 21-17 dan 21-18.
Sayangnya, alur pertandingan kembali menurun ketika Alwi Farhan, pemain muda berusia 20 tahun, kalah dari Panitchaphon Teeraratsakul tiga gim berturut‑turut (21-14, 17-21, 16-21). Kekalahan tersebut menempatkan Indonesia dalam posisi tertinggal 1-2, menambah tekanan pada dua pertandingan terakhir.
Tekanan itu berubah menjadi peluang ketika pasangan ganda senior Fajar Alfian dan Nikolaus Joaquin menampilkan perlawanan sengit melawan Peeratchai Sukphun dan Pakkapon Teeraratsakul. Setelah kehilangan set pertama 19-21, duo Indonesia bangkit dengan kemenangan 21-17 dan 25-23, menyelesaikan pertandingan dalam tiga set yang menegangkan.
Penutup yang menentukan datang dari Moh Zaki Ubaidillah, yang dikenal dengan julukan “Ubed” di kalangan penggemar. Dalam pertandingan tunggal ketiga, Ubed menundukkan Tanawat Yimjit dengan skor meyakinkan 21-11 dan 21-12, mencetak kemenangan mudah yang sekaligus menutup keunggulan Indonesia 3-2 atas Thailand.
Berikut rangkuman hasil pertandingan:
| Nomor | Cabang | Pemain Indonesia | Pemain Thailand | Skor |
|---|---|---|---|---|
| 1 | MS | Jonatan Christie | Kunlavut Vitidsarn | 16-21, 22-20, 20-22 |
| 2 | MD | Sabar Gutama / Moh. Reza Pahlevi | Chaloempoen Charoenkitamorn / Worrapol Thongsa-nga | 21-17, 21-18 |
| 3 | MS | Alwi Farhan | Panitchaphon Teeraratsakul | 21-14, 17-21, 16-21 |
| 4 | MD | Fajar Alfian / Nikolaus Joaquin | Peeratchai Sukphun / Pakkapon Teeraratsakul | 19-21, 21-17, 25-23 |
| 5 | MS | Moh Zaki Ubaidillah | Tanawat Yimjit | 21-11, 21-12 |
Keberhasilan ini menandai kemenangan kedua Indonesia pada fase grup setelah mengalahkan Aljazair 5-0 pada partai pertama. Tim kini menantikan laga pamungkas melawan Prancis pada Selasa (28/4/2026) pukul 23.00 WIB. Jika berhasil mengalahkan Prancis, Indonesia akan melaju sebagai juara grup ke perempat final Piala Thomas.
Pelatih tim menekankan pentingnya menjaga konsistensi mental setelah comeback yang menegangkan ini. “Kami belajar banyak dari tekanan yang datang, terutama pada pertandingan tunggal Alwi. Namun, semangat juang Fajar, Nikolaus, dan Zaki menunjukkan kedalaman skuad kami,” ungkap pelatih Indonesia dalam konferensi pers singkat.
Para pemain juga memberikan komentar setelah pertandingan. Alwi Farhan mengakui, “Saya terlalu tertekan sejak set kedua, lawan saya lebih agresif dan memanfaatkan kecepatan bola yang lebih tinggi,” sementara Zaki Ubaidillah menambahkan, “Saya fokus pada pola serangan saya sejak awal, dan itu membantu saya mengendalikan ritme permainan.”
Dengan catatan tak kalah melawan Thailand hampir terhapus, kemenangan tipis ini menegaskan kembali tradisi keunggulan Indonesia di Piala Thomas. Dukungan suporter Indonesia yang hadir secara daring juga memberikan dorongan moral yang signifikan bagi para atlet.
Indonesia kini menatap peluang besar untuk melaju ke babak selanjutnya. Pertandingan melawan Prancis diprediksi akan menjadi ujian akhir sebelum memasuki fase knockout, di mana kompetisi akan semakin ketat dengan tim‑tim kuat Eropa dan Asia lainnya.
Secara keseluruhan, laga grup D ini memperlihatkan dinamika yang tinggi, kemampuan beradaptasi, serta mental juara yang dimiliki skuad bulu tangkis Indonesia. Keberhasilan menumbangkan rekor lama melawan Thailand sekaligus menunjukkan kedalaman bakat muda menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia masih menjadi kontender utama dalam Piala Thomas 2026.
