Diego Pavia Gagal Draft: Langkah Berani yang Bisa Ubah Sejarah NFL?

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 26 April 2026 | Diego Pavia, quarterback asal Vanderbilt, kembali menjadi sorotan nasional setelah 2026 NFL Draft berakhir tanpa namanya dipanggil. Sebagai runner‑up Heisman Trophy tahun 2025 dan pemimpin tim komando yang mencatatkan rekor 10 kemenangan, ekspektasi publik menempatkan Pavia sebagai kandidat pilihan putaran ketujuh atau setidaknya sebagai undrafted free agent (UFA) yang dapat langsung menandatangani kontrak dengan tim NFL.

Ketika sesi draft resmi dimulai pada 23 April 2026, para pengamat menyoroti statistik impresif Pavia: akurasi umpan di atas 65 persen, kemampuan mobilitas yang menambah dimensi pada serangan, serta kepemimpinan yang terbukti mengubah nasib program Vanderbilt yang selama ini terpuruk. Namun, pada malam penutupan, nama Pavia tidak muncul dalam 7 ronde seleksi, menandai ia menjadi salah satu pemain Heisman finalist pertama dalam 12 tahun yang tidak terpilih.

Baca juga:

Reaksi awal datang dari mantan pemain legenda NFL, Deion Sanders, yang melalui media sosial mengungkapkan rasa kagum dan dukungan untuk Pavia. Sanders menyatakan bahwa “kamu masih punya peluang besar, dan sejarah mencatat bahwa pemain undrafted dapat mencetak jejak luar biasa di liga.” Ia menambahkan, bersama keluarganya, bersedia membantu Pavia dalam proses pencarian tim yang tepat, menandakan adanya potensi kerjasama yang dapat menjadi catatan langka dalam sejarah NFL.

Para analis menyebutkan beberapa skenario utama untuk langkah selanjutnya Pavia:

  • Menandatangani sebagai UFA: Tim yang membutuhkan kedalaman posisi quarterback, terutama yang mengandalkan sistem ofensif mobilitas, dapat menawarkan kontrak minimal dengan opsi latihan. Pavia diperkirakan akan bersaing dengan pemain lain seperti quarterback junior dari tim lain yang juga belum terpilih.
  • Mencoba peruntungan di Canadian Football League (CFL): Jika peluang NFL tidak muncul dalam beberapa minggu pertama pasca‑draft, CFL menjadi alternatif yang menarik. Gaya permainan CFL yang lebih menekankan pada mobilitas dan passing jarak jauh cocok dengan keahlian Pavia.
  • Berlatih secara mandiri dan menunggu kesempatan latihan (tryout): Beberapa tim NFL mengadakan tryout terbuka untuk UFA. Pavia dapat memanfaatkan jaringan yang dibangun selama karier kuliah, termasuk hubungan dengan pelatih dan mantan rekan tim.

Selain Deion Sanders, pelatih kepala Vanderbilt, Clark Lea, menyampaikan keyakinannya bahwa Pavia masih memiliki banyak hal untuk diberikan kepada level tertinggi. “Dia adalah pemimpin, pekerja keras, dan tidak akan berhenti berjuang,” kata Lea dalam konferensi pers pasca‑draft.

Keberadaan Pavia di pasar UFA juga menimbulkan pertanyaan mengenai nilai pasar quarterback dalam era modern NFL. Beberapa tim beralih pada strategi “dual‑quarterback” yang mengandalkan paket khusus untuk mobilitas, sehingga pemain dengan profil seperti Pavia menjadi aset berharga meski tidak dipilih di draft.

Jika Pavia berhasil menandatangani kontrak dan menjadi pemain pertama dalam sejarah NFL yang pernah menjadi Heisman finalist undrafted dan kemudian meraih starter, hal tersebut dapat membuka pintu bagi generasi selanjutnya. Sejarah mencatat contoh seperti Kurt Warner, yang berawal sebagai undrafted dan kemudian menjadi MVP, namun belum ada contoh Heisman finalist yang menempuh jalur serupa.

Penggemar dan analis media sosial kini menantikan pengumuman resmi. Sementara itu, Pavia tetap berlatih di fasilitas Vanderbilt, menjaga kebugaran, dan bekerja sama dengan pelatih pribadi untuk meningkatkan kecepatan dan akurasi. Ia menegaskan bahwa “saya masih sangat termotivasi dan siap memberikan yang terbaik untuk tim yang memberi saya kesempatan.”

Dengan dukungan dari sosok berpengaruh seperti Deion Sanders, jaringan alumni Vanderbilt, serta potensi kebutuhan tim NFL akan quarterback yang fleksibel, masa depan Diego Pavia masih terbuka lebar. Apapun keputusan akhir, kisahnya akan menjadi catatan penting bagi proses evaluasi talenta di liga sepak bola Amerika paling kompetitif di dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *