Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 09 Juni 2026 | Tahun baru Islam 1448 H akan segera tiba, umat Islam menyambut tahun yang baru di bulan Juni 2026. Kalender Hijriah dan Masehi memiliki sistem pergantian tahun yang tidak sama. Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumatra Barat (Sumbar) melaporkan tujuh haji asal Embarkasi Padang meninggal dunia di Arab Saudi selama menjalani rangkaian ibadah haji musim 1447 Hijriah.
Dari tujuh orang yang wafat di Tanah Suci, dua orang berasal dari Kota Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu. Sementara itu, empat lainnya berasal dari Kota Bukittinggi, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Pesisir Selatan, dan Kota Sawahlunto.
Mereka wafat di lokasi yang berbeda-beda, baik di rumah sakit maupun di hotel tempat mereka menginap. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, para haji asal Embarkasi Padang meninggal karena serangan jantung akut, syok kardiogenik, penyakit jantung iskemik kronis, hingga gagal napas akut.
Menjelang berakhirnya tahun Hijriah, banyak umat Islam yang membaca doa akhir tahun sebagai bentuk pengharapan kepada Allah SWT. Doa akhir tahun adalah doa yang biasa dibaca menjelang berakhirnya tahun Hijriah, tepatnya pada akhir bulan Zulhijah sebelum masuk tanggal 1 Muharram.
Doa ini berisi permohonan ampun atas dosa-dosa yang telah dilakukan, baik yang disengaja maupun tidak disengaja, serta harapan agar Allah SWT menerima amal kebaikan yang telah dikerjakan selama satu tahun. Tahun baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026.
Dengan begitu, pergantian dari Zulhijah 1447 H ke Muharram 1448 H akan berlangsung pada 15 Juni 2026 pada waktu Maghrib. Pemerintah menetapkan tanggal 16 Juni 2026 sebagai tanggal merah memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.
Libur ini hanya berlangsung satu hari dan tidak ada cuti bersama. Pergantian tahun Islam dari 1447 ke 1448 Hijriah membawa makna yang mendalam bagi umat Islam. Dengan membaca doa akhir tahun dan mempersiapkan diri untuk tahun yang baru, umat Islam dapat meningkatkan iman dan takwa mereka kepada Allah SWT.
Kalender Jawa masih menjadi acuan bagi sebagian masyarakat, terutama di Pulau Jawa, untuk menentukan hari baik, menghitung weton, hingga merencanakan berbagai kegiatan penting. Selain memadukan sistem penanggalan Jawa dan Masehi, kalender ini juga sering disandingkan dengan kalender Hijriah yang digunakan umat Islam.
Memasuki pekan kedua Juni 2026, penanggalan Jawa menunjukkan peralihan weton dari Kliwon, Legi, Pahing, Pon, hingga Wage. Sementara dalam kalender Hijriah, periode ini berada pada akhir bulan Dzulhijjah 1447 Hijriah, tepat setelah perayaan Hari Raya Iduladha.
Kesimpulan, pergantian tahun Islam dari 1447 ke 1448 Hijriah membawa makna yang mendalam bagi umat Islam. Dengan membaca doa akhir tahun dan mempersiapkan diri untuk tahun yang baru, umat Islam dapat meningkatkan iman dan takwa mereka kepada Allah SWT.
