Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 29 Juni 2026 | Puasa Ayyamul Bidh merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam setiap bulannya. Istilah Ayyamul Bidh secara harfiah berarti “hari-hari yang terang” dan merujuk pada pertengahan bulan ketika Bulan tengah bersinar terang pada malam hari, memantulkan cahaya Matahari.
Pada momen itu, Nabi Muhammad SAW menyunnahkan umat Islam untuk berpuasa sebanyak 3 hari, yaitu tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah. Dasarnya adalah hadits: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa memerintahkan pada kami untuk berpuasa pada Ayyamul Bidh, yaitu 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriah). Dan beliau bersabda, ‘Puasa Ayyamul Bidh itu seperti puasa setahun.’”
Di bulan Muharram 2026, jadwal puasa Ayyamul Bidh berbeda antara pemerintah/Muhammadiyah dan NU karena perbedaan penetapan awal 1 Muharram. Pemerintah dan Muhammadiyah menetapkan 1 Muharram 1448 H jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026, sedangkan NU menetapkan 1 Muharram 1448 H pada Rabu, 17 Juni 2026.
Untuk melakukan puasa Ayyamul Bidh, umat Islam harus mengetahui bacaan niatnya, yaitu: نويت صوم غد ايام البيض سنة لله تعالى. Artinya: “Saya niat puasa Ayyamul Bidh (hari-hari yang malamnya cerah), karena Allah ta’âlâ.”
Keutamaan puasa Ayyamul Bidh antara lain seperti puasa setahun penuh, menghilangkan penyakit di hati, pahala berlipat ganda, puasa paling utama setelah Ramadan, dan mengikuti sunnah Nabi SAW.
Puasa Ayyamul Bidh dapat dilaksanakan pada tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah, dan umat Islam diperkenankan mengerjakannya pada tanggal-tanggal lain, baik secara berurutan maupun terpisah-pisah.
Dengan demikian, umat Islam dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan ketakwaan dan pengendalian diri, serta memperoleh pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT.
Umat Islam diharapkan dapat memahami dan mengamalkan ajaran puasa Ayyamul Bidh dengan baik, sehingga dapat meraih keutamaan dan pahala dari Allah SWT.
Puasa Ayyamul Bidh merupakan salah satu cara untuk meningkatkan iman dan takwa, serta mempereratkan hubungan dengan Allah SWT. Oleh karena itu, umat Islam diharapkan dapat melaksanakan puasa Ayyamul Bidh dengan sungguh-sungguh dan penuh kesadaran.
