Malam 1 Suro: Tradisi dan Peringatan Tahun Baru Islam 1448 H

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 16 Juni 2026 | Malam 1 Suro, juga dikenal sebagai Malam 1 Muharram, adalah momen penting dalam kalender Islam dan Jawa. Pada malam ini, umat Islam memperingati tahun baru Islam 1448 H, yang jatuh pada tanggal 17 Juni 2026. Sementara itu, masyarakat Jawa juga merayakan Malam 1 Suro dengan berbagai tradisi unik.

Salah satu tradisi yang paling dikenal adalah Kirab Pusaka, yang diselenggarakan oleh Keraton Kasunanan Surakarta. Dalam ritual ini, sejumlah pusaka milik keraton dibersihkan dan diarak oleh keluarga kerajaan bersama para abdi dalem. Kirab pusaka menjadi simbol penghormatan terhadap warisan leluhur sekaligus pengingat akan nilai-nilai kehidupan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Baca juga:

Di samping itu, ada juga tradisi lain seperti Topo Bisu dan pembacaan Babad. Topo Bisu adalah ritual yang dilakukan oleh masyarakat Jawa untuk memperingati Malam 1 Suro, dengan membaca doa dan berdzikir. Sementara itu, pembacaan Babad adalah tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Jawa untuk memperingati sejarah dan perjuangan bangsa.

Tokoh Nahdlatul Ulama, Ahmad Bahauddin Nur Salim atau yang akrab disapa Gus Baha, menjelaskan bahwa terdapat amalan malam 1 Suro atau 1 Muharram agar mendapatkan ampunan dosa. Amalan pertama yang menghapus dosa adalah sholat dengan wirid tasbih. Gus Baha menjelaskan bahwa amalan malam 1 Suro atau malam 1 Muharram tersebut berdasarkan hadist Nabi, yang dijelaskan dalam kitab I’anatuth Muthalibin.

Weton yang diyakini tidak boleh keluar pada malam 1 Suro adalah Tulang Wangi. Orang dengan weton kelahiran ini diyakini memiliki aura yang berbeda sehingga menarik makhluk tak kasat mata mendekat. Karenanya, tidak mengherankan jika weton Tulang Wangi dilarang keluar pada malam 1 Suro.

Mengingat banyaknya tradisi dan peringatan yang dilakukan pada malam 1 Suro, umat Islam dan masyarakat Jawa diharapkan dapat memanfaatkan momen ini untuk memperkuat iman dan mempereratkan hubungan dengan Tuhan dan sesama manusia. Dengan demikian, Malam 1 Suro dapat menjadi momentum yang bermakna dan penuh dengan hikmah.

Di akhir tahun dan awal tahun yang baru, kita ingin Allah mengampuni dosa kita. Maka, marilah kita memperbanyak amalan yang dapat mendekatkan kita dengan Allah, seperti sholat dengan wirid tasbih dan membaca Al-Qur’an. Dengan demikian, kita dapat memulai tahun yang baru dengan hati yang bersih dan iman yang kuat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *