Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 03 Juni 2026 | Umat Islam sedang memasuki bulan Dzulhijjah 1447 Hijriah, yang merupakan bulan ke-12 dalam kalender Islam. Pada bulan ini, umat Islam merayakan Idul Adha, yang jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah. Namun, sebelum itu, umat Islam juga memiliki kesempatan untuk melakukan amalan sunnah di bulan Dzulhijjah.
Salah satu amalan sunnah yang dianjurkan adalah puasa Dzulhijjah, yang dilakukan pada tanggal 1-9 Dzulhijjah. Puasa ini termasuk amalan shalih yang dianjurkan pada bulan ini. Selain itu, umat Islam juga dianjurkan untuk berpuasa pada hari Arafah, yang jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah.
Setelah bulan Dzulhijjah, umat Islam akan memasuki Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, yang jatuh pada tanggal 1 Muharram 1448 Hijriah. Tahun Baru Islam ini merupakan hari libur nasional dan umat Islam akan merayakannya dengan melakukan ibadah dan amalan sunnah.
Penetapan kalender Hijriah bermula pada masa kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab, yang menetapkan peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah sebagai awal penanggalan Islam. Sejak itu, kalender Hijriah telah digunakan umat Islam untuk menentukan berbagai ibadah dan hari-hari besar keagamaan.
Dalam era multipolar, Indonesia berhadapan dengan banyak negara besar, seperti AS, China, Rusia, Uni Eropa, Timur Tengah, India, dan BRICS. Oleh karena itu, Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan luar negeri untuk membuka akses, membangun kepercayaan, mengunci komitmen, serta menaikkan posisi tawar Indonesia di mata asing.
Kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto telah menuai kritik dari beberapa pihak, namun kritik tersebut dapat dijawab dengan menilai output strategis dari setiap lawatan. Dengan melakukan kunjungan luar negeri, Presiden dapat membuka akses energi, investasi, pasar ekspor, pertahanan, dan pangan.
Sebagai kesimpulan, umat Islam sedang memasuki bulan Dzulhijjah 1447 Hijriah dan akan merayakan Idul Adha pada tanggal 10 Dzulhijjah. Setelah itu, umat Islam akan memasuki Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, yang jatuh pada tanggal 1 Muharram 1448 Hijriah. Dalam era multipolar, Indonesia perlu melakukan diplomasi untuk membuka akses dan membangun kepercayaan dengan negara-negara lain.
