Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 30 Mei 2026 | Hari Tasyrik adalah tiga hari setelah Idul Adha, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Pada hari-hari ini, umat Islam dilarang berpuasa, tetapi dianjurkan untuk memperbanyak zikir, takbir, tahmid, tahlil, doa, serta berbagai amalan saleh lainnya.
Menurut sejarah, Hari Tasyrik berasal dari tradisi masyarakat Arab yang menjemur daging kurban di bawah sinar matahari agar lebih awet. Daging tersebut dihamparkan dan dikeringkan atau dikenal dengan istilah mendendeng.
Pada Hari Tasyrik, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan memanjatkan doa kepada Allah SWT. Salah satu doa yang sangat dianjurkan adalah doa sapu jagat, yang berisi permohonan kebaikan dunia dan akhirat.
Hari Tasyrik juga menjadi batas akhir pelaksanaan penyembelihan hewan kurban bagi yang belum melaksanakannya pada Hari Raya Idul Adha. Pada hari-hari ini, umat Islam diperbolehkan untuk melaksanakan ibadah apapun kecuali berpuasa.
Takbiran Idul Adha dimulai sejak Subuh hari Arafah (9 Zulhijjah) hingga petang hari terakhir tasyrik, yaitu tanggal 13 Zulhijjah, sehingga berlangsung selama lima hari. Pada Hari Tasyrik terakhir, umat Islam dianjurkan memanfaatkan waktu dengan memperbanyak ibadah dan memanjatkan doa kepada Allah SWT.
Dalam ajaran Islam, Hari Tasyrik termasuk waktu yang istimewa. Umat Islam memang dilarang berpuasa pada hari-hari tersebut, tetapi dianjurkan untuk memperbanyak zikir, takbir, tahmid, tahlil, doa, serta berbagai amalan saleh lainnya.
Kesimpulan, Hari Tasyrik adalah tiga hari setelah Idul Adha yang memiliki keutamaan tersendiri. Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan memanjatkan doa kepada Allah SWT pada hari-hari ini.
