Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 16 Agustus 2026 | Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, Sabtu pagi, 15 Agustus 2026. Pusat gempa berada di laut sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo. BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami sebelum akhirnya dicabut, meskipun gelombang tsunami tetap terpantau di beberapa titik pesisir, dengan ketinggian tertinggi tercatat di Maurole, Ende, mencapai 0,94 meter.
Data sementara BNPB mencatat korban meninggal akibat gempa ini mencapai 47 orang. Di tengah duka dan kekhawatiran gempa susulan, masyarakat mencari cara untuk menghindari bencana lanjutan. Salah satu caranya adalah dengan melakukan doa tolak bala.
Doa tolak bala adalah doa yang dipanjatkan untuk menghindari bencana dan musibah. Doa ini dapat dibaca setiap saat, terutama saat menghadapi bencana alam atau musibah. Dalam Islam, doa tolak bala dapat dibaca dengan memanjatkan doa Allahumma inni a’udzu bika min jahdil bala-i, wa darakis syaqa-i, wa su-il qadha-i, wa syamatatil a’da-i.
Selain doa tolak bala, masyarakat juga melakukan ritual tolak bala. Ritual ini dapat berupa zikir, salat, dan doa bersama. Di beberapa daerah, ritual tolak bala juga dapat berupa tradisi unik, seperti Ghatib Beghanyut di Siak dan Meujalateh di Aceh.
Ghatib Beghanyut adalah ritual tolak bala yang dilakukan oleh masyarakat Melayu Siak. Ritual ini dilakukan dengan mengumandangkan azan dan membaca doa bersama di atas perahu yang dibawa ke sungai. Sementara itu, Meujalateh adalah ritual tolak bala yang dilakukan oleh masyarakat Aceh. Ritual ini dilakukan dengan berjalan kaki dari satu titik ke titik lainnya sambil membaca zikir dan doa.
Kedua ritual ini memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk menghindari bencana dan musibah. Dengan melakukan ritual tolak bala, masyarakat dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.
Dalam kesimpulan, doa tolak bala dan ritual tolak bala adalah cara yang dilakukan oleh masyarakat untuk menghindari bencana dan musibah. Dengan melakukan doa dan ritual ini, masyarakat dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT dan menghindari bencana lanjutan.
