Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 28 Mei 2026 | Setiap tahun, umat Muslim di seluruh dunia merayakan Idul Adha dengan menyembelih hewan kurban dan membagikan dagingnya kepada keluarga, kerabat, dan masyarakat sekitar. Namun, banyak orang yang masih bingung bagaimana cara mengolah daging kurban agar tetap awet dan sehat.
Menurut beberapa ahli, daging kurban sebaiknya tidak dicuci dengan air sebelum dimasukkan ke kulkas atau freezer. Air yang menempel pada permukaan daging dapat meningkatkan kelembapan dan berisiko mempercepat pertumbuhan bakteri. Selain itu, air bisa masuk ke serat daging dan membuat kualitas daging menurun saat disimpan terlalu lama.
Sebaiknya, daging kurban dipotong menjadi beberapa bagian sebelum disimpan. Potongan daging yang lebih kecil akan memudahkan proses penyimpanan, pencairan, dan pengolahan. Cara ini juga membantu menghindari kebiasaan mencairkan seluruh daging sekaligus, padahal hanya sebagian yang akan dimasak.
Daging kurban juga bisa dibagikan kepada nonmuslim. Nabi Muhammad SAW pernah memerintahkan Asma’ binti Abu Bakar untuk memberikan daging kurban kepada ibunya yang kala itu masih berstatus musyrik. Hal ini menunjukkan bahwa daging kurban bisa dibagikan kepada siapa saja, tanpa memandang agama atau kepercayaan.
Namun, perlu diingat bahwa daging kurban juga harus dikonsumsi dengan bijak. Terlalu banyak mengonsumsi daging bisa menyebabkan gangguan kesehatan, seperti hipertensi, asam urat, dan kolesterol. Oleh karena itu, sebaiknya daging kurban dikonsumsi dalam jumlah yang wajar dan dengan cara memasak yang sehat.
Untuk menghindari gangguan kesehatan, sebaiknya daging kurban diolah dengan cara yang sehat, seperti dipanggang atau direbus. Hindari menggunakan terlalu banyak garam dan minyak saat memasak daging kurban. Dengan demikian, daging kurban bisa dinikmati dengan aman dan sehat.
Dengan memahami cara mengolah daging kurban yang benar, kita bisa menikmati daging kurban dengan aman dan sehat. Selain itu, kita juga bisa membagikan daging kurban kepada orang lain, tanpa memandang agama atau kepercayaan. Dengan demikian, Idul Adha bisa menjadi momen yang lebih berkesan dan bermakna.
