SPMB Surabaya 2026: Kuota Jalur dan Prosedur Pendaftaran

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 03 Juni 2026 | Pemerintah Kota Surabaya telah mengumumkan kuota jalur penerimaan murid baru untuk tahun ajaran 2026/2027. Jalur prestasi mendapat kuota sebesar 35 persen, yang terbagi menjadi tiga subjalur, yakni prestasi akademik sebesar 20 persen, prestasi perlombaan dan pertandingan 12 persen, serta penghafal kitab suci 3 persen.

Penilaian pada jalur prestasi akademik tidak lagi hanya mengandalkan nilai rapor, melainkan mengombinasikan nilai rapor dengan hasil Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang diumumkan pada 26 Mei 2026. Komposisinya terdiri atas bobot nilai rapor sebesar 60 persen dan hasil TKA sebesar 40 persen.

Baca juga:

Dispendik juga mendahulukan proses verifikasi sertifikat perlombaan dan penghafal kitab suci sebelum membuka jalur prestasi akademik. Kebijakan itu dilakukan agar siswa yang belum lolos melalui jalur perlombaan tetap memiliki kesempatan mengikuti seleksi melalui jalur akademik.

Berdasarkan data Dispendik, jumlah lulusan SD negeri dan swasta di Surabaya tahun ini mencapai sekitar 41 ribu siswa. Sementara daya tampung SMP negeri dan swasta mencapai sekitar 42 ribu kursi sehingga dinilai cukup untuk menampung seluruh lulusan.

Untuk memperluas akses pendidikan, jalur afirmasi mendapat kuota 15 persen untuk SD dan 20 persen untuk SMP. Jalur ini terintegrasi dengan data desil kemiskinan milik Dinas Sosial (Dinsos), termasuk kategori inklusi dan penyandang disabilitas.

Sementara itu, jalur domisili memperoleh kuota terbesar. Untuk SD, kuotanya mencapai 80 persen, sedangkan SMP sebesar 40 persen. Pemkot Surabaya tetap menerapkan sistem dua ring guna menjaga pemerataan dan keadilan penerimaan peserta didik.

Jalur Domisili 1 (D1) diperuntukkan bagi calon peserta didik yang rumahnya paling dekat dengan sekolah tujuan. Sedangkan Domisili 2 (D2) diperuntukkan bagi warga yang rumahnya relatif lebih jauh namun masih berada dalam satu wilayah kelurahan atau kecamatan yang sama.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung pelaksanaan pengambilan PIN dan verifikasi data dalam seleksi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA SMK Negeri Se-Jatim. Ia mengapresiasi langkah kesiapan operasional sekolah dalam mempersiapkan pelaksanaan SPMB.

Proses pengambilan PIN dijadwalkan berlangsung hingga 9 Juni, sedangkan proses verifikasinya akan dilayani hingga 10 Juni mendatang. Dindik Jatim juga tetap membuka layanan penyerahan dan verifikasi PIN pada hari Sabtu, Minggu, serta hari libur nasional.

Khofifah menambahkan bahwa daya tampung SMA dan SMKN di Jawa Timur sekitar 39,3 persen dari total lulusan SMP dan sederajat. Ia mengingatkan bahwa Pemprov Jatim terus melakukan pembenahan agar pelaksanaan SPMB berjalan lancar dan masyarakat memperoleh layanan pendidikan yang lebih baik.

Pemprov Jatim juga mengapresiasi peningkatan partisipasi sekolah swasta dalam menyediakan beasiswa bagi calon siswa. Pada 2026, tercatat 2.106 SMA dan SMK swasta yang menyediakan program beasiswa, meningkat dibandingkan 1.757 sekolah pada tahun sebelumnya.

Jumlah calon siswa penerima manfaat beasiswa itu juga naik, dari 72.989 siswa pada 2025 menjadi 79.086 siswa pada tahun ini. Khofifah berharap bahwa peningkatan partisipasi sekolah swasta dapat membantu memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.

Dalam proses pendaftaran SPMB, calon siswa harus mempersiapkan diri dengan baik. Mereka harus memahami prosedur pendaftaran, memenuhi persyaratan, dan mengikuti jalur yang sesuai dengan keinginan mereka.

Dengan demikian, diharapkan bahwa proses pendaftaran SPMB dapat berjalan lancar dan calon siswa dapat memperoleh kesempatan untuk bersekolah di sekolah yang mereka inginkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *