Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 18 Mei 2026 | Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia di Kalimantan Barat menuai kemarahan publik akibat dugaan kekeliruan juri dalam proses penilaian peserta. Peristiwa ini terjadi pada babak final yang digelar di Pontianak, yang mempertemukan SMAN 1 Pontianak, SMAN 1 Sambas, dan SMAN 1 Sanggau.
Kontroversi muncul saat sesi rebutan ketika juri melontarkan pertanyaan mengenai lembaga yang memberikan pertimbangan kepada DPR dalam memilih anggota BPK. Regu C dari SMAN 1 Pontianak menjawab dengan lengkap, namun juri justru memberikan nilai minus 5. Ironisnya, saat pertanyaan dilempar kembali, Regu B dari SMAN 1 Sambas memberikan jawaban yang identik dengan Regu C, dan juri menyatakan jawaban tersebut benar serta memberikan nilai 10.
Meski kesalahan penilaian tersebut tidak mengubah status juara karena SMAN 1 Sambas tetap unggul secara poin keseluruhan, polemik telanjur meluas di ruang publik. MPR melalui Sekretariat Jenderalnya memberikan klarifikasi dan menegaskan pihaknya sangat menghormati masukan dari masyarakat. MPR RI berkomitmen membenahi sistem perlombaan di masa mendatang, termasuk evaluasi pada teknis dan mekanisme komplain peserta.
Atas insiden tersebut, pimpinan MPR RI memutuskan mengadakan pertandingan ulang, dan para juri yang sebelumnya dianggap bermasalah telah dinonaktifkan. Dalam penjadwalan ulang LCC, proses penjurian akan dilakukan oleh kalangan akademisi independen. Kasus kontroversial ini juga dibawa ke jalur hukum oleh advokat David Tobing, yang mendaftarkan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sebagai respons atas dugaan ketidakadilan penilaian yang dialami peserta didik asal SMAN 1 Pontianak.
Dalam menghadapi skandal ini, MPR RI menekankan bahwa LCC Empat Pilar bukan sekadar kompetisi, melainkan instrumen penting dalam pembentukan karakter dan pemahaman nilai-nilai kebangsaan bagi generasi muda. Oleh karena itu, MPR berkomitmen untuk memastikan keadilan dan integritas dalam pelaksanaan acara ini.
Dalam beberapa hari terakhir, masyarakat dan netizen telah menunjukkan ketidakpuasan mereka terhadap penanganan kasus ini. Banyak yang menyerukan agar MPR RI segera mengambil tindakan yang lebih tegas untuk menyelesaikan masalah ini dan memulihkan kepercayaan masyarakat. Dengan demikian, diharapkan bahwa kejadian ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi MPR RI dalam meningkatkan kualitas dan integritas acara-acara yang mereka selenggarakan.
