Mengangkat Derajat Keluarga Melalui Pendidikan: Kisah Rosmi dan Mutmainnah di Sekolah Rakyat

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 27 Juni 2026 | Di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Puuwatu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, hiduplah Rosmi, seorang pemulung yang berusia 50 tahun. Rosmi tinggal di rumah papan bersama suami dan seorang anak. Dari pekerjaan sebagai pemulung, penghasilan mereka tak menentu, berkisar Rp700 ribu hingga Rp900 ribu setiap bulan.

Di tengah keterbatasan ekonomi, Rosmi menyimpan harapan besar pada putri bungsunya, Mutmainnah. Baginya, kesempatan Innah, sapaan akrab putrinya, menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 25 Kendari bukan sekadar meringankan beban ekonomi keluarga, tapi juga membuka jalan untuk memutus rantai kemiskinan.

Baca juga:

Program pendidikan ber-asrama yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera ini menghadirkan ketenangan yang selama ini sulit mereka rasakan. Seluruh kebutuhan pendidikan dipenuhi tanpa dipungut biaya. Kini Rosmi tak lagi dihantui kekhawatiran memikirkan biaya sekolah, uang makan, hingga kebutuhan belajar putrinya, sebab yang memenuhi pikirannya sekarang hanyalah masa depan Mutmainnah.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, mengajak Serikat Penggerak Pendidikan Masyarakat Indonesia (SP2MI) mengambil peran dalam menjangkau anak-anak yang belum sekolah, putus sekolah, maupun berisiko putus sekolah untuk memperoleh akses pendidikan layak melalui program Sekolah Rakyat.

Presiden Prabowo Subianto memberikan tiga mandat strategis kepada Kementerian Sosial, yakni pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), penyaluran bantuan sosial yang tepat sasaran, dan penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

Sementara itu, Kementerian Sosial (Kemensos) menegaskan bahwa infografis bertajuk “Sistem Desil Terbaru 2026” bukan merupakan informasi resmi dari pemerintah. Penjelasan tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi milik Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial.

Pemerintah juga memastikan bahwa warga yang masuk kategori keluarga miskin dan inklusi tetap difasilitasi untuk memperoleh akses pendidikan, baik di sekolah negeri maupun swasta.

Kesimpulan, pendidikan merupakan kunci untuk mengangkat derajat keluarga dan memutus rantai kemiskinan. Dengan adanya program Sekolah Rakyat, diharapkan dapat membantu anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk memperoleh akses pendidikan layak dan memiliki masa depan yang lebih cerah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *