Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 10 April 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada Kamis 9 April 2026 secara resmi meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik milik PT VKTR Sakti Industries yang terletak di Magelang, Jawa Tengah. Acara tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam agenda pemerintah untuk mempercepat transisi energi menuju sumber yang lebih ramah lingkungan serta memperkuat industrialisasi nasional di tengah dinamika geopolitik global.
Dalam pembukaan, Prabowo menegaskan pentingnya elektrifikasi dan penggunaan produk dalam negeri. Ia mengucapkan, “Peresmian fasilitas perakitan kendaraan komersial pertama berbasis listrik dari PT VKTR Sakti Industries saya sambut baik dan hargai kegiatan ini.” Pernyataan tersebut mencerminkan komitmen pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil serta mendorong pengembangan industri kendaraan listrik (EV) dalam negeri.
Selama pidatonya, Presiden menyinggung sejumlah poin strategis:
- Penguatan industri lokal: Prabowo mengajak pemerintah daerah untuk meningkatkan pengadaan produk dalam negeri, khususnya bus listrik dan truk listrik yang diproduksi di pabrik tersebut. Ia memuji Gubernur Jawa Tengah yang telah memesan puluhan unit bus listrik, serta menyebut DKI Jakarta melalui Transjakarta yang juga telah melakukan pembelian signifikan.
- Catatan Mensesneg: Presiden meminta Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, untuk mencatat kepala daerah yang belum membeli produk dalam negeri, termasuk TNI, guna memastikan kebijakan pembelian dalam negeri terlaksana secara konsisten.
- Optimisme ekonomi: Prabowo menyampaikan keyakinan bahwa Indonesia berada pada fase pertumbuhan yang baik dan menegaskan bahwa “Indonesia sedang bangkit. This giant is waking up.” Ia menambah bahwa tahun depan pemerintah akan menyiapkan kejutan yang akan menggemparkan dunia, meski tidak mengungkap detailnya.
- Swasembada pangan: Presiden menegaskan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada pangan secara relatif dan menekankan pentingnya pemerataan agar tidak ada warga yang kelaparan.
- Energi terbarukan: Prabowo menyoroti kekayaan sumber daya alam Indonesia untuk energi, namun menekankan perlunya penghematan dan peralihan ke listrik sebagai energi bersih, mengingat dampak perubahan harga BBM dunia.
Acara peresmian juga menyuguhkan momen ringan. Presiden sempat mencari keberadaan pengusaha Aburizal Bakrie (Ical) yang tidak hadir, lalu melontarkan candaan, “Kok dia enggak ke sini? Coba ditegur!” sambil tertawa. Selain itu, Prabowo secara langsung mencoba naik bus listrik yang diproduksi di pabrik, menguji kemampuan kendaraan menanjak dan menanyakan performanya.
Penjelasan teknis tentang pabrik disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, yang menegaskan bahwa fasilitas VKTR memproduksi bus dan truk listrik sebagai bagian dari langkah pemerintah mengembangkan industri kendaraan listrik dalam negeri. Ia menambahkan bahwa pabrik ini merupakan contoh konkret implementasi energi baru terbarukan (EBT) yang diharapkan dapat menurunkan emisi karbon dan mengurangi konsumsi BBM fosil.
Kehadiran Prabowo juga disambut oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengkubuwono (HB) X, serta Kapolda DIY Anggoro Sukartono. Presiden tiba di Yogyakarta dengan pesawat kepresidenan, dilanjutkan perjalanan dengan helikopter ke Magelang, dan menggunakan mobil Maung berwarna putih untuk menuju lokasi peresmian.
Secara keseluruhan, peresmian pabrik VKTR di Magelang tidak hanya menandai peluncuran fasilitas produksi kendaraan listrik pertama di Jawa Tengah, melainkan juga menjadi platform bagi Presiden Prabowo Subianto untuk menyampaikan visi jangka panjang Indonesia: memperkuat kemandirian industri, mengakselerasi transisi energi bersih, memastikan ketahanan pangan, serta menyiapkan langkah strategis yang dapat menempatkan Indonesia sebagai pemain utama di pasar kendaraan listrik global.
Dengan langkah ini, pemerintah berharap dapat menciptakan efek domino bagi daerah lain, mendorong investasi dalam sektor EV, serta menumbuhkan ekosistem inovasi yang mendukung pertumbuhan ekonomi hijau. Jika berhasil, pabrik di Magelang dapat menjadi model replicable bagi provinsi lain dalam rangka mencapai target dekarbonisasi nasional dan memperkuat posisi Indonesia di panggung industri otomotif dunia.
