Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 05 Juni 2026 | Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line telah menjadi salah satu moda transportasi utama bagi masyarakat di wilayah Jabodetabek. Namun, belakangan ini KRL Commuter Line telah menghadapi masalah kepadatan penumpang yang sangat tinggi, terutama pada lintas Tanah Abang-Rangkasbitung atau Green Line.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, mengatakan bahwa tingkat kepadatan tersebut menggambarkan kondisi kereta yang sudah sangat penuh. Ia juga mengatakan bahwa KAI telah menyiapkan sejumlah langkah untuk meningkatkan kenyamanan pengguna KRL, termasuk mengoperasikan rangkaian kereta yang lebih panjang hingga 12 gerbong (SF12).
Namun, rencana tersebut masih terkendala kapasitas pasokan listrik aliran atas (LAA). Jalur Rangkasbitung saat ini belum dapat dilayani rangkaian 12 gerbong karena sistem kelistrikan yang tersedia masih terbatas. Berbagai rekayasa operasi telah dicoba, tetapi belum memungkinkan pengoperasian kereta dengan kapasitas lebih besar.
Sebagai solusi, KAI akan meningkatkan kapasitas listrik dengan membangun 11 gardu traksi baru di lintas tersebut. Selain itu, perusahaan juga akan melakukan modernisasi sistem persinyalan yang dinilai sudah berusia tua. Peningkatan persinyalan diharapkan dapat memperpendek jarak waktu antarperjalanan kereta (headway).
Di samping itu, KAI juga menyiapkan perpanjangan layanan Commuter Line dari Cikarang ke Cikampek serta dari Bogor ke Sukabumi. Penambahan rangkaian kereta juga akan diikuti pengembangan fasilitas depo di Cikarang, Rangkasbitung, dan Bogor untuk mendukung operasional ke depan.
Belakangan ini, beberapa insiden kecil juga telah terjadi di dalam KRL, seperti cekcok antarpenumpang dan penumpang yang melakukan siaran langsung (live) TikTok di dalam kereta. KAI Commuter Indonesia (KCI) mengimbau para penumpang untuk saling menghormati dan tidak mengganggu kenyamanan penumpang lain.
Sementara itu, KRL Solo-Jogja relasi Palur-Yogyakarta juga telah kembali melayani perjalanan penumpang pada Kamis (4/6/2026) dengan jadwal keberangkatan sejak pagi hingga malam hari. Moda transportasi ini menjadi pilihan masyarakat yang beraktivitas antara Solo Raya dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) karena menawarkan perjalanan yang praktis dengan tarif terjangkau.
Dalam rangka meningkatkan kenyamanan dan pelayanan, KAI terus berupaya untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas layanan KRL Commuter Line. Dengan demikian, diharapkan KRL dapat menjadi moda transportasi yang lebih nyaman dan efisien bagi masyarakat.
KAI berharap bahwa dengan langkah-langkah yang diambil, KRL Commuter Line dapat menjadi pilihan utama bagi masyarakat Jabodetabek dan sekitarnya. Dengan demikian, diharapkan dapat mengurangi kepadatan dan meningkatkan kenyamanan penumpang.
Untuk mencapai hal tersebut, KAI akan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas layanan dan memperbaiki fasilitas yang ada. Dengan demikian, diharapkan KRL Commuter Line dapat menjadi salah satu moda transportasi terbaik di Indonesia.
