Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 03 Juni 2026 | Harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia telah mengalami perubahan pada bulan Juni 2026. PT Pertamina melakukan penyesuaian harga beberapa jenis BBM non-subsidi, termasuk Dexlite dan Pertamina Dex, yang mengalami penurunan harga. Sementara itu, harga Pertamax Turbo mengalami kenaikan menjadi Rp 20.750 per liter.
Menurut informasi dari PT Pertamina, harga Dexlite di wilayah Jakarta turun menjadi Rp 23.000 per liter, sedangkan Pertamina Dex seharga Rp 24.800 per liter. Harga BBM diesel Pertamina bersubsidi, Biosolar, masih tetap Rp 6.800 per liter.
SPBU BP juga menurunkan harga BP Ultimate Diesel menjadi Rp 25.060 per liter, sedangkan Shell V-Power Diesel dihargai Rp 24.490 per liter. Sementara itu, harga BBM di SPBU Vivo belum mengalami perubahan.
Kenaikan harga BBM juga berdampak pada industri otomotif. BAIC Indonesia, sebagai contoh, menawarkan BAIC BJ30 Hybrid sebagai salah satu opsi SUV yang menggabungkan performa tinggi dengan efisiensi bahan bakar.
BJ30 Hybrid dibekali teknologi HEV (Hybrid Electric Vehicle) yang bekerja dengan mengombinasikan mesin bensin dan motor listrik secara otomatis. Sistem ini memungkinkan distribusi tenaga berlangsung cerdas sesuai kebutuhan berkendara.
Sementara itu, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memastikan harga BBM subsidi, seperti Pertalite dan Biosolar, tidak akan naik hingga akhir 2026. Hal ini dikarenakan rata-rata harga minyak mentah Indonesia (ICP) belum mencapai USD 100 per barel.
SKK Migas juga memproyeksikan rata-rata ICP pada 2027 berada di level USD 80 per barel. Oleh karena itu, harga BBM subsidi diharapkan tetap stabil hingga akhir 2026.
Untuk tahun depan, masih belum jelas apakah harga BBM akan naik atau turun. Namun, dengan proyeksi ICP yang stabil, diharapkan harga BBM dapat tetap terkendali.
