Ekspor Minyak AS Mencapai Rekor Tertinggi, Apa Dampaknya Bagi Harga Bahan Bakar di Indonesia?

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 09 Mei 2026 | Ekspor minyak AS mencapai rekor tertinggi sepanjang masa, yaitu sebanyak 8,2 juta barel per hari pada Mei 2026. Peningkatan ekspor ini disebabkan oleh lonjakan permintaan diesel dan bahan bakar jet. Penutupan Selat Hormuz akibat konflik membuat pasokan minyak dunia terganggu, sehingga negara-negara Asia, Eropa, dan Afrika meningkatkan impor minyak dari AS.

Kenaikan ekspor minyak AS ini berdampak pada harga bensin dan diesel di AS, yang melonjak ke level tertinggi empat tahun terakhir. Sementara itu, persediaan bahan bakar distilat turun ke titik terendah sejak 2005. Di Indonesia, harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi juga mengalami penyesuaian, dengan kenaikan harga Pertamina Dex dan Dexlite.

Baca juga:

PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) menyatakan bahwa kenaikan harga solar non-subsidi kemungkinan lebih terasa dalam jangka pendek, namun permintaan kendaraan diesel tetap tinggi, terutama untuk segmen usaha dan kendaraan operasional. MMKSI juga memahami bahwa kenaikan harga bahan bakar menjadi perhatian konsumen, terutama terkait biaya operasional kendaraan sehari-hari.

Sementara itu, PT Pertamina (Persero) menaikkan harga beberapa produk unggulannya, termasuk Pertamina Dex dan Dexlite. Harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar tetap tidak mengalami perubahan. Penyesuaian harga juga dilakukan oleh penyedia swasta seperti BP, yang menurunkan harga BP Ultimate Diesel sebesar Rp1.000 menjadi Rp29.890 per liter.

Dalam beberapa minggu terakhir, harga BBM non-subsidi di Indonesia mengalami penyesuaian, dengan kenaikan harga Pertamina Dex dan Dexlite. Harga Pertamax Turbo juga turut merangkak naik, menjadi Rp19.900 per liter. Sementara itu, harga Pertamax tetap di level Rp12.300 per liter.

Permintaan diesel yang meningkat dan kenaikan harga BBM non-subsidi berdampak pada biaya operasional kendaraan, terutama bagi pemilik kendaraan diesel. Namun, MMKSI menyatakan bahwa permintaan kendaraan diesel tetap tinggi, terutama untuk segmen usaha dan kendaraan operasional.

Dalam menghadapi kenaikan harga BBM, konsumen perlu mempertimbangkan biaya operasional kendaraan dan memilih bahan bakar yang tepat untuk kendaraannya. Pemilihan bahan bakar yang berkualitas dan efisien dapat membantu mengurangi biaya operasional dan meningkatkan kinerja kendaraan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *