Wabah Ebola Melanda Kongo dan Uganda, WHO Peringatkan Bahaya Penularan

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 01 Juni 2026 | Wabah Ebola kembali melanda Republik Demokratik Kongo (DRC) dan Uganda, menyebabkan kekhawatiran di kalangan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Petugas Teknis WHO, Anaïs Legand, mengungkapkan bahwa penyakit mematikan ini dapat menular melalui kontak dekat, terutama ketika seseorang merawat orang tercinta yang terinfeksi.

Legand menjelaskan bahwa penularan Ebola seringkali terjadi di lingkaran terdekat karena dorongan emosional untuk membantu. "Anda tertular saat ingin membantu seseorang yang bergejala, dan ini sangat mengerikan," ujar Legand.

Baca juga:

WHO menegaskan bahwa keluarga dan kerabat pasien harus diinstruksikan dengan ketat untuk tidak menyentuh orang-orang tercinta yang mulai jatuh sakit. Tingkat fatalitas atau lethality rate dari virus Ebola ini sangat tinggi, yakni berkisar antara 30 hingga 50 persen.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga memperketat kewaspadaan di seluruh pintu masuk negara, terutama di bandara dan pelabuhan internasional. Kemenkes telah menyiagakan petugas kesehatan di lapangan, memperkuat skrining pelaku perjalanan, serta menyiapkan prosedur rujukan ke rumah sakit berstandar internasional.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, juga mengunjungi wilayah terdampak di Kongo untuk membantu dan mendengarkan langsung keluhan masyarakat. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (Africa CDC) melaporkan bahwa setidaknya terdapat 1.077 kasus dugaan Ebola di DRC sejak wabah tersebut resmi dinyatakan pada 15 Mei 2026.

Kemenkes meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi palsu terkait Ebola yang beredar di media sosial. "Ebola merupakan penyakit infeksi virus dengan tingkat fatalitas rata-rata mencapai 50 persen," kata Aji Muhawarman, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan.

Penularan Ebola terjadi melalui kontak langsung dengan darah, cairan tubuh, atau benda yang terkontaminasi manusia maupun hewan terinfeksi. Gejala Ebola muncul mendadak dengan masa inkubasi 2 hingga 21 hari, mulai dari demam, lemas, nyeri otot, dan sakit kepala, lalu berkembang menjadi muntah, diare, hingga perdarahan.

Kesimpulan, wabah Ebola yang melanda Kongo dan Uganda harus diwaspadai oleh masyarakat internasional. Penting untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat skrining pelaku perjalanan untuk mencegah penularan penyakit ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *