Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 24 April 2026 | PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) berhasil menyelesaikan rangkaian Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) dan Rapat Umum Pemegang Sukuk (RUPSU) yang digelar pada 20‑22 April 2026. Kesepakatan yang dicapai mencakup penyesuaian jadwal pembayaran kupon, perpanjangan jatuh tempo pokok, serta pemenuhan kembali ketentuan rasio keuangan yang sebelumnya mengalami kelalaian.
Rapat tersebut melibatkan pemegang Obligasi PUB I Tahap I, PUB I Tahap II, PUB II Tahap I, PUB II Tahap II, PUB III Tahap I, serta Sukuk PUB I Tahap II. Seluruh agenda dibahas secara komprehensif, dan kuorum pemegang efek hadir memberikan persetujuan penuh terhadap semua usulan yang diajukan oleh manajemen.
Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito, menyatakan bahwa hasil RUPO‑RUPSU menjadi momentum penting untuk memperkuat fundamental perusahaan. Ia menekankan bahwa kepercayaan para pemegang obligasi dan sukuk merupakan bukti bahwa strategi penyehatan keuangan yang sedang dijalankan mendapat dukungan luas.
Berikut poin‑poin utama yang disepakati:
- Penyesuaian jadwal pembayaran kupon obligasi dan sukuk sesuai dengan kondisi pasar dan likuiditas perusahaan.
- Perpanjangan jatuh tempo pokok hingga tahun 2030 untuk beberapa seri obligasi, memberikan ruang fiskal bagi WIKA.
- Revisi ketentuan denda atas pelanggaran perjanjian, sehingga lebih proporsional dengan situasi operasional.
- Pemenuhan kembali rasio keuangan minimum yang telah ditetapkan dalam perjanjian perwaliamanatan, termasuk rasio leverage dan coverage.
Komitmen tersebut didukung kuat oleh Danantara, pemegang saham mayoritas, yang berjanji terus memberikan dukungan strategis bagi proses transformasi perusahaan. Dengan landasan keuangan yang lebih sehat, WIKA menargetkan pemulihan kinerja operasional serta peningkatan kontribusi dalam pembangunan infrastruktur nasional, termasuk proyek tol Serpan, jalan raya, dan fasilitas energi.
Para analis pasar menilai bahwa kesepakatan ini dapat menurunkan risiko kredit WIKA di pasar obligasi domestik. Selain itu, penyesuaian struktur utang diharapkan meningkatkan rating kredit perusahaan, yang pada gilirannya dapat menurunkan biaya pendanaan di masa depan.
WIKA juga menegaskan akan terus memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan transparansi, serta menjaga hubungan baik dengan seluruh pemangku kepentingan. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan investor, baik institusi maupun ritel, serta mendukung agenda pemerintah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur.
Kesepakatan yang tercapai pada RUPO‑RUPSU ini menandai awal baru bagi WIKA. Dengan fondasi keuangan yang lebih kuat, perusahaan optimis dapat melanjutkan proyek‑proyek strategis, memperluas jaringan infrastruktur, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.
