Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 08 April 2026 | Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, secara tegas menyatakan dukungannya terhadap rencana pembentukan Komando Daerah Militer (Kodam) baru di wilayah DIY. Pernyataan tersebut disampaikan pada pertemuan resmi dengan Komandan Korem 072/Pamungkas, Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, yang berlangsung di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Selasa (7 April 2026).
Dalam silaturahmi yang berlangsung hangat, Sultan HB X menekankan pentingnya sinergi lintas sektor antara TNI, pemerintah daerah, kepolisian, dan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keamanan dan stabilitas di daerah dengan dinamika sosial khas. “Keamanan wilayah merupakan tanggung jawab bersama, dan kehadiran Kodam baru akan menjadi tulang punggung dalam memperkuat pertahanan darat serta menanggapi potensi ancaman multidimensi,” ujar Sultan HB X.
Yuniar Dwi Hantono, yang baru saja menjabat sebagai Danrem 072/Pamungkas menggantikan Brigjen TNI Bambang Sujarwo, menanggapi dukungan gubernur dengan optimisme. Ia menambahkan bahwa pembentukan Kodam baru merupakan bagian integral dari agenda strategis TNI Angkatan Darat untuk memperkuat struktur komando di wilayah yang memiliki kompleksitas sosial‑politik tinggi. Dengan struktur komando yang lebih dekat dengan lapangan, proses pengambilan keputusan diharapkan dapat lebih cepat dan responsif.
Berikut beberapa poin utama yang diangkat dalam pertemuan tersebut:
- Strategi pertahanan darat: Kodam baru akan membawahi dua Korem tipe B, mencakup seluruh wilayah DIY serta sebagian eks‑Karesidenan Kedu, sehingga memungkinkan koordinasi yang lebih terintegrasi dalam operasi militer dan keamanan.
- Sinergi lintas sektor: Pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat diharapkan berkolaborasi dalam program pembinaan teritorial, kesiapsiagaan aparat, serta upaya pencegahan konflik.
- Peningkatan rasa aman: Kehadiran struktur komando yang lebih dekat diharapkan meningkatkan rasa aman masyarakat, menjaga harmoni di tengah keberagaman budaya Yogyakarta.
- Respons terhadap ancaman multidimensi: Kodam baru akan memperkuat kemampuan deteksi dan penanganan ancaman non‑konvensional, termasuk bencana alam, terorisme, serta konflik sosial.
Yuniar menegaskan bahwa langkah awal ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi antara TNI dan pemangku kepentingan lokal. “Kami siap bekerja selaras dengan Pemerintah Daerah, Polri, dan masyarakat. Keberhasilan Kodam tidak hanya terletak pada kemampuan militer, melainkan pada dukungan seluruh elemen bangsa,” katanya.
Selain fokus pada keamanan, Sultan HB X juga mengingatkan pentingnya pembangunan merata, khususnya di Kabupaten Gunungkidul, agar tidak hanya terpaku pada kawasan pantai. Ia menekankan bahwa keamanan yang berkelanjutan harus diiringi dengan peningkatan kesejahteraan ekonomi dan infrastruktur, sehingga potensi konflik dapat diminimalisir.
Rencana pembentukan Kodam baru ini selaras dengan kebijakan nasional TNI untuk memperkuat pertahanan wilayah darat Indonesia. Menurut pejabat TNI, struktur komando yang lebih terdesentralisasi memungkinkan respons yang lebih cepat terhadap situasi darurat serta meningkatkan efektivitas pembinaan teritorial di tingkat kecamatan dan desa.
Penguatan Kodam diyakini juga akan berkontribusi pada upaya pemulihan pasca‑bencana, mengingat wilayah DIY sering kali menjadi titik rawan gempa bumi. Dengan adanya unit komando yang lebih dekat, koordinasi penanganan bencana diharapkan dapat lebih terstruktur dan terintegrasi dengan lembaga penanggulangan bencana daerah.
Di sisi lain, pertemuan tersebut juga menyinggung pentingnya program ketahanan pangan, di mana Kapolri Listyo Sigit Prabowo bersama Sultan HB X baru-baru ini menanam jagung di Bantul sebagai bagian dari upaya mengubah lahan tidur menjadi lahan produktif. Inisiatif ini menunjukkan komitmen bersama antara aparat keamanan dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan petani serta mengurangi ketergantungan impor pangan.
Secara keseluruhan, dukungan Sultan HB X terhadap pembentukan Kodam baru di DIY mencerminkan visi pemerintahan daerah yang menekankan keamanan, pembangunan berkelanjutan, dan kolaborasi lintas sektor. Diharapkan, kehadiran Kodam tersebut akan memperkuat rasa aman masyarakat, mempercepat penanganan ancaman, serta menjadi pilar penting dalam menjaga stabilitas wilayah istimewa yang kaya akan warisan budaya dan dinamika sosial.
Dengan landasan sinergi yang kuat antara TNI, pemerintah daerah, kepolisian, dan masyarakat, DIY berada pada posisi yang strategis untuk menjadi contoh sukses penerapan pertahanan terintegrasi di tingkat provinsi. Keberhasilan inisiatif ini akan menjadi tolak ukur penting bagi kebijakan pertahanan nasional dalam menghadapi tantangan keamanan masa depan.
