Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 28 Juni 2026 | Saat ini, Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menjadi sorotan publik akibat kasus korupsi dan masalah tata kelola dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Garuda Institute, lembaga kajian publik, mendukung penuh keberlanjutan program MBG yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto, namun juga menyarankan evaluasi menyeluruh terhadap BGN.
Direktur Eksekutif Garuda Institute, Bahtiar Sebayang, menjelaskan bahwa evaluasi total tersebut diperlukan karena adanya sejumlah persoalan tata kelola, termasuk kasus hukum dan masalah teknis di lapangan. Ia menegaskan bahwa tindakan koruptif tersebut mencederai program yang didedikasikan untuk kemajuan bangsa.
Sementara itu, Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, membenarkan bahwa BGN sedang melakukan efisiensi anggaran, namun tidak membeberkan secara detail mengenai angkanya. Ia memastikan akan menerangkan ke publik apabila proses pemangkasan sudah final.
Kasus korupsi di BGN juga melibatkan mantan Kepala BGN, Dadan Hindayana, dan dua wakilnya, yang telah dijatuhi penahanan selama 40 hari. Kejagung memperpanjang masa tahanan tersebut untuk mengumpulkan bukti kasus korupsi MBG.
Di samping itu, BGN juga membuka suara setelah mantan Wakil Kepala BGN, Sonny Sanjaya, menyebut 41 nama yang diduga terkait kasus korupsi MBG. BGN mempersilakan Kejaksaan Agung menyelidikinya.
Kesimpulan dari sorotan ini adalah bahwa BGN harus melakukan evaluasi menyeluruh dan memperbaiki tata kelola program MBG untuk memastikan keberlanjutannya. Selain itu, kasus korupsi harus ditangani secara serius dan transparan untuk memulihkan kepercayaan publik.
