Skandal Suap di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai: Penyelundupan Rokok Ilegal dan Dugaan Penerimaan Uang

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 13 Juni 2026 | Baru-baru ini, terungkap kasus suap yang melibatkan pejabat di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan. Kasus ini berkaitan dengan penyelundupan rokok ilegal dan dugaan penerimaan uang oleh beberapa pejabat, termasuk Dirjen Bea dan Cukai Djaka Budi Utama.

Menurut laporan, penyelundupan rokok ilegal berhasil digagalkan oleh petugas DJBC di wilayah Merak, Cilegon, Banten. Dua truk yang mengangkut rokok ilegal berhasil ditangkap, dengan total 8,26 juta batang rokok ilegal yang disita. Nilai barang hasil penindakan diperkirakan mencapai Rp 12,68 miliar, dengan potensi kerugian negara sebesar Rp 7,9 miliar.

Baca juga:

Sebelumnya, dalam sidang kasus dugaan suap terkait importasi barang, terdakwa John Field mengaku telah mengeluarkan uang sebesar Rp 91 miliar untuk sejumlah pejabat di DJBC. Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga mengungkap dugaan adanya aliran dana hingga Rp 21 miliar yang diterima oleh Dirjen Bea dan Cukai Djaka Budi Utama.

Pengacara mantan Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Marunda, Ahmad Dedi, membantah kliennya pernah menjadi bagian dari Badan Intelijen Negara (BIN). Bantahan tersebut untuk menepis informasi yang disampaikan oleh John Field, yang kini berstatus terdakwa kasus dugaan suap terkait importasi barang di DJBC.

Kasus suap ini terus bergulir, dengan beberapa pejabat DJBC yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. KPK terus menyelidiki kasus ini, dengan harapan dapat memperoleh keadilan dan menghindari kerugian negara.

Dalam beberapa waktu terakhir, DJBC telah melakukan beberapa operasi penindakan terhadap penyelundupan rokok ilegal dan kasus suap lainnya. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengawasan dan pelayanan bea dan cukai, serta mengurangi kerugian negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *