Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 21 Juli 2026 | Saham Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi sorotan di pasar saham Indonesia. Keduanya membukukan peningkatan signifikan dalam nilai transaksi dan volume perdagangan. BUMI naik 3,44% ke Rp 105, sementara TPIA naik 1,64% ke Rp 1,64 triliun.
Presiden Prabowo Subianto membela program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai sebagai pemborosan anggaran. Menurutnya, program ini diperlukan untuk menekan angka stunting pada anak-anak Indonesia. Ia juga menyoroti praktik under invoicing dan transfer pricing yang membuat kekayaan Indonesia bocor ke luar negeri.
Investor asing tetap kabur dari pasar saham meski IHSG mengalami kenaikan. Mereka melakukan transaksi perdagangan saham dengan volume beli bersih sebanyak 218,56 juta saham, namun secara nilai mengalami jual bersih Rp 302,86 miliar. Saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) menjadi yang paling banyak dibeli, sedangkan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) paling banyak dilepas.
TPIA melanjutkan rencana ekspansi bisnis petrokimia dengan memulai studi kelayakan pembangunan fasilitas Chlor Alkali-Ethylene Dichloride (CA-EDC) Tahap II. Nilai investasi yang diperkirakan mencapai sekitar US$ 1 miliar tersebut disiapkan saat pembangunan Tahap I telah mencapai progres 72% hingga Juli 2026.
Prajogo Pangestu, melalui Barito Renewables Energy, berencana mengakuisisi Energy Development Corp (EDC), perusahaan panas bumi terbesar di Filipina, dengan valuasi sekitar US$ 5 miliar. Langkah ini sejalan dengan strategi ekspansi Prajogo di sektor energi bersih.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan dengan kenaikan 0,91% ke level 6.231,78. Penguatan indeks ditopang oleh kenaikan saham BBRI, BRPT, dan TLKM, sementara pelemahan BMRI, BREN, serta ASII membatasi penguatan.
