Saham BBNI Melemah, Apa yang Terjadi di Balik Layar?

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 24 Juni 2026 | Belakangan ini, saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menjadi sorotan karena melemahnya nilai saham. Pada awal pekan ini, saham BBNI memimpin penurunan dengan merosot 4,90% atau 180 poin ke level Rp 3.490 per saham. Padahal pada awal perdagangan, saham BBNI sempat dibuka menguat di level Rp 3.720 per saham. Dalam sepekan terakhir, saham BBNI telah terkoreksi 8,16%.

Pelemahan saham BBNI ini tidak terlepas dari sentimen makroekonomi dan faktor eksternal yang memengaruhi pasar bursa domestik. Investor asing melakukan aksi jual bersih senilai Rp1,11 triliun pada perdagangan kemarin, yang turut memengaruhi sentimen negatif pada pasar bursa domestik.

Baca juga:

Menurut analis, pelemahan saham perbankan lebih dipengaruhi sentimen makroekonomi dan faktor eksternal dibandingkan perubahan fundamental kinerja bank. Faktor-faktor seperti perkembangan geopolitik global, arah kebijakan suku bunga global yang tetap ketat, serta volatilitas nilai tukar rupiah menjadi perhatian investor.

Di sisi lain, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) berhasil memacu laju profitabilitasnya di mendekati akhir kuartal II-2026 ini. Berdasarkan laporan keuangannya, bank berkode saham BBNI ini berhasil mencetak laba bersih secara bank only sebesar Rp 9,05 triliun per Mei 2026. Capaian ini mencerminkan pertumbuhan 7,06% secara tahunan.

Penyaluran kredit bank juga berhasil mencatatkan kinerja positif dengan catatan pertumbuhan 24,55% yoy menjadi Rp 940,88 triliun. Ini turut menopang pertumbuhan total aset bank yang mencapai 25,1% yoy menjadi Rp 1.365,36 triliun.

Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) bank tumbuh 33,15% yoy menjadi Rp 1.063,91 triliun. Hanya saja, pertumbuhan DPK bank masih banyak disokong dana mahal. Yang mana, deposito bank tumbuh 49,19% yoy menjadi Rp 337,1 triliun.

Indeks Bisnis-27 juga ditutup melemah pada level 415,61 pada perdagangan awal pekan, Senin (22/6/2026). Sejumlah saham seperti MBMA, DEWA, hingga BBNI melemah sore ini.

Kesimpulan, melemahnya saham BBNI tidak terlepas dari sentimen makroekonomi dan faktor eksternal yang memengaruhi pasar bursa domestik. Namun, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) berhasil memacu laju profitabilitasnya di mendekati akhir kuartal II-2026 ini dengan mencetak laba bersih secara bank only sebesar Rp 9,05 triliun per Mei 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *