Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 29 Mei 2026 | Rupiah mengalami penguatan terhadap dolar AS pada perdagangan Jumat pagi, dengan nilai tukar mencapai Rp17.814 per dolar AS. Penguatan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran yang berdampak pada penurunan harga minyak dunia dan pelemahan indeks dolar AS.
Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, menyatakan bahwa penguatan rupiah juga dipengaruhi oleh faktor global, seperti kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran yang menekan harga minyak di bawah 100 dolar dan indeks dolar yang menjinak. Selain itu, aliran modal asing ke pasar obligasi dan langkah intervensi proaktif dari Bank Indonesia juga turut mendukung stabilitas nilai tukar rupiah.
Di sisi lain, kondisi fiskal pemerintah dan ketidakpastian kebijakan dinilai berpeluang menekan rupiah lebih dalam lagi. Rully Nova menyarankan bahwa kebijakan pemerintah belum banyak berubah dalam rencana konsolidasi fiskal yang menjamin defisit tidak melebihi 3 persen dari PDB, di antaranya pembiayaan pada proyek-proyek jumbo MBG dan koperasi desa.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga dipengaruhi oleh pergerakan mata uang lainnya di kawasan Asia. Won Korea Selatan, baht Thailand, ringgit Malaysia, dan yen Jepang semua mengalami penguatan terhadap dolar AS, yang merupakan sinyal positif bagi stabilitas ekonomi domestik di penghujung pekan.
Bank Indonesia juga membatasi pembelian dolar AS tanpa dokumen pendukung maksimal 25.000 dolar AS per orang per bulan mulai Juni 2026, guna memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah. Langkah ini diharapkan dapat membantu menjaga kestabilan nilai tukar rupiah dan mencegah fluktuasi yang tidak diinginkan.
Kesimpulan dari penguatan rupiah terhadap dolar AS ini adalah bahwa nilai tukar rupiah dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari dalam maupun luar negeri. Oleh karena itu, penting untuk terus memantau perkembangan ekonomi global dan kebijakan pemerintah untuk memprediksi pergerakan nilai tukar rupiah di masa depan.
