Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 01 Agustus 2026 | Purnama Buck Moon, sebuah fenomena bulan purnama yang terjadi pada akhir Juli, telah menjadi perhatian banyak orang. Nama "Buck Moon" berasal dari tradisi masyarakat adat Amerika Utara, di mana rusa jantan mulai menumbuhkan tanduk baru pada bulan Juli. Fenomena ini tidak hanya menarik perhatian karena keindahan langit malam, tetapi juga karena dikaitkan dengan keberuntungan dan peluang baru.
Dalam astrologi, Purnama Buck Moon dipercaya dapat membawa energi baru dan refleksi diri. Beberapa zodiak, seperti Leo, Aquarius, dan Aries, diprediksi memperoleh keberuntungan dan peluang baru selama periode ini. Selain itu, shio Kelinci, Naga, dan Ular juga diprediksi memiliki peluang lebih besar untuk menarik keberuntungan.
Fenomena Purnama Buck Moon juga terkait dengan kondisi cuaca. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga untuk waspada terhadap potensi banjir rob dan kekeringan saat purnama. Hal ini disebabkan oleh gaya tarik gravitasi yang lebih kuat saat posisi Bumi, Bulan, dan Matahari berada hampir segaris.
Langit malam di Samarinda, Kalimantan Timur, juga dihiasi oleh fenomena Purnama Buck Moon. Warga setempat dapat menikmati keindahan bulan purnama yang muncul dengan balutan warna oranye kemerahan sebelum berubah menjadi putih terang.
Dalam beberapa hari terakhir, beberapa lagu juga telah dirilis untuk memperingati fenomena Purnama Buck Moon. Salah satu lagu tersebut adalah "MOON" oleh BABYMONSTER, yang menggambarkan tentang rasa percaya diri dan keberanian mengambil keputusan.
Dalam kesimpulan, Purnama Buck Moon adalah sebuah fenomena langit yang menarik perhatian dan berpotensi membawa keberuntungan. Warga diimbau untuk waspada terhadap potensi banjir rob dan kekeringan, serta menikmati keindahan langit malam yang dihiasi oleh bulan purnama.
