Polisi Temukan Korban Penculikan Bakso di Tasikmalaya, Motif Masih Diselidiki

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 21 April 2026 | Petugas Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota berhasil menemukan dua pria yang sempat menjadi sorotan publik setelah dilaporkan sebagai korban penculikan paksa di wilayah Cihideung pada Minggu, 19 April 2026. Kedua pria, yang dikenal sebagai Sutarno (48) dan Fajar Kristianto (25), ditemukan dalam kondisi lemas di Kampung Benda, Kecamatan Cipedes. Penemuan ini sekaligus menambah daftar kasus penculikan yang masih dalam proses penyelidikan, termasuk laporan serupa di Sumedang yang melibatkan seorang guru honorer.

Setelah menerima laporan dari warga setempat, tim penyidik langsung melakukan operasi pencarian yang melibatkan beberapa unit kepolisian. Pada malam hari, sekitar pukul 21.00 WIB, tim menerima telepon dari Ketua RT setempat yang memberi petunjuk lokasi terakhir para korban. Berdasarkan informasi tersebut, petugas mengarahkan kendaraan ke Jalan Benda, Kecamatan Cipedes, dan menemukan kedua pria dalam keadaan lemas namun masih hidup.

Baca juga:

Sesudah penemuan, Sutarno dan Fajar Kristianto dibawa ke Mapolres Tasikmalaya Kota untuk mendapatkan perawatan medis dan pemeriksaan lebih lanjut. Bersamaan dengan itu, sejumlah tersangka yang diduga terlibat dalam aksi penculikan juga diamankan untuk proses pemeriksaan lanjutan. Hingga saat ini, polisi belum mengumumkan jumlah pasti tersangka yang ditangkap, namun dipastikan bahwa semua pihak yang terlibat berada di bawah pengawasan.

Menurut keterangan Ketua RW 04 Kampung Sawah Lempay, Agus Dadan Sugandi, Sutarno merupakan warga yang dikenal baik dan telah berjualan bakso di daerah tersebut selama hampir tiga dekade. “Dia rajin ke masjid, hampir seperti santri. Selama puluhan tahun, tidak ada catatan konflik yang signifikan,” ujar Agus. Pernyataan ini menambah kompleksitas penyelidikan, mengingat motif penculikan masih belum jelas.

Berbagai spekulasi muncul di kalangan masyarakat. Beberapa saksi menyebutkan adanya dugaan pelanggaran ringan atau kesalahpahaman di lapangan yang memicu konflik, sementara pihak kepolisian masih menelusuri kemungkinan motif ekonomi, balas dendam, atau bahkan pemerasan. Hingga kini, penyelidikan masih dalam tahap awal dan pihak berwenang menegaskan bahwa tidak ada bukti yang mengaitkan korban dengan tindakan kriminal lain, termasuk tuduhan pelecehan yang sempat beredar.

Kasus serupa di Sumedang, di mana seorang guru honorer dilaporkan sebagai korban penculikan, juga masih dalam penyelidikan. Meskipun detail lengkap belum dapat diakses karena kendala teknis, laporan awal menyebutkan bahwa pihak berwajib telah menahan tersangka yang diduga terlibat. Kedua kasus ini menegaskan peningkatan kekhawatiran masyarakat terhadap keamanan pribadi dan ekonomi lokal.

Berikut rangkaian kronologis singkat terkait penemuan korban di Tasikmalaya:

  • 19 April 2026, pukul 21.00 WIB: Telepon masuk dari Ketua RT memberi petunjuk lokasi.
  • 19 April 2026, sekitar pukul 22.30 WIB: Tim Satreskrim tiba di Jalan Benda, menemukan korban dalam kondisi lemas.
  • 20 April 2026: Kedua korban dibawa ke Polres untuk perawatan dan pemeriksaan.
  • 20 April 2026: Beberapa tersangka diamankan dan dibawa ke Mapolres untuk pemeriksaan lanjutan.

Polisi menegaskan komitmen mereka untuk menyelesaikan penyelidikan dengan transparan dan mengungkap motif di balik penculikan. Pihak kepolisian juga meminta masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi, demi menghindari kepanikan dan misinformasi.

Kasus ini menyoroti pentingnya koordinasi antara warga, aparat keamanan, dan institusi lokal dalam menangani insiden kriminal yang berpotensi mengganggu ketentraman masyarakat. Pemerintah daerah setempat berjanji akan meningkatkan pengamanan di daerah rawan serta memberikan dukungan penuh kepada korban dan keluarga mereka.

Dengan penemuan korban dan penahanan tersangka, diharapkan proses hukum dapat berjalan cepat, memberikan keadilan bagi korban, serta menegakkan rasa aman di wilayah Tasikmalaya dan sekitarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *