Perwira Tinggi: Pilar Kepemimpinan di Militer dan Kepolisian

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 10 Agustus 2026 | Dalam dunia militer dan kepolisian Indonesia, istilah ‘pecah bintang‘ adalah momen puncak karier bagi seorang perwira menengah. Secara harfiah, ini berarti seorang perwira yang sebelumnya menyandang tanda pangkat berbentuk ‘bunga melati’ (atau pangkat kolonel/kombes) lalu naik pangkat dan resmi menyandang ‘bintang emas’ di pundaknya, menandakan kenaikan pangkat ke golongan Perwira Tinggi (Pati).

Prosesi ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah pengakuan atas dedikasi, integritas, dan kinerja luar biasa selama puluhan tahun pengabdian. Di Kepolisian, ‘pecah bintang’ biasanya menandai kenaikan pangkat dari Komisaris Besar (Kombes) menjadi Brigadir Jenderal (Brigjen). Di TNI, proses serupa terjadi dari Kolonel menjadi Brigadir Jenderal (TNI AD), Marsekal Pertama (AU), atau Laksamana Pertama (AL).

Baca juga:

Pangkat bintang ini terdiri dari beberapa tingkatan, mulai dari Bintang Satu hingga Bintang Empat, yang masing-masing membawa tanggung jawab kepemimpinan yang semakin besar. Contoh nyata dapat dilihat pada mutasi besar-besaran di tubuh Polri. Dalam sebuah upacara kenaikan pangkat, puluhan perwira menengah resmi ‘pecah bintang’ untuk mengemban jabatan baru yang lebih strategis.

Mereka ditempatkan di berbagai posisi vital, mulai dari Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda), pejabat utama di Markas Besar (Mabes), hingga penugasan di lembaga negara lain seperti Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Badan Intelijen Negara (BIN). Kasus lain terjadi di lingkungan TNI, di mana ajudan Presiden yang juga merupakan perwira menengah, mendapatkan kepercayaan dan promosi jabatan yang mengantarkannya ‘pecah bintang’ menjadi perwira tinggi.

Ini menunjukkan bahwa ‘pecah bintang’ adalah buah dari kepercayaan pimpinan dan hasil dari rekam jejak pengabdian yang gemilang, sekaligus menjadi awal dari babak baru pengabdian dengan beban dan tanggung jawab yang lebih besar bagi bangsa dan negara.

Baru-baru ini, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) juga melakukan rotasi dan mutasi jabatan terhadap 14 pejabat pimpinan tinggi, termasuk posisi Sekretaris Badan Cadangan Nasional (Bacadnas) yang kini dijabat Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah. Rotasi tersebut ditandai dengan pengangkatan sumpah, pelantikan, dan serah terima jabatan yang dipimpin Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto.

Di sisi lain, Politeknik Pelayaran Banten melepas 274 Perwira Pelaut lulusan Program Diklat Pelaut Peningkatan Ahli Nautika Tingkat (ANT) dan Ahli Teknika Tingkat (ATT) II, III, IV, dan V. Para perwira tersebut siap kembali bertugas di industri pelayaran dengan kompetensi yang ditingkatkan untuk memperkuat keselamatan pelayaran, menjaga konektivitas, serta mendukung penerapan pelayaran yang lebih ramah lingkungan.

Kesimpulan, perwira tinggi memainkan peran kunci dalam kepemimpinan di militer dan kepolisian. Mereka telah menunjukkan dedikasi dan integritas selama puluhan tahun pengabdian, dan kenaikan pangkat mereka menjadi simbol pengakuan atas kinerja luar biasa mereka. Dengan demikian, mereka siap mengemban tanggung jawab yang lebih besar bagi bangsa dan negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *