Pertamina Turun! Harga BBM Nonsubsidi 4 Juli 2026, Antrean SPBU di Solo Masih Panjang

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 04 Juli 2026 | Pertamina kembali melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang mulai berlaku sejak 1 Juli 2026. Kabar ini menjadi angin segar bagi masyarakat karena sejumlah produk BBM mengalami penurunan harga.

Penyesuaian tersebut berlaku untuk beberapa jenis BBM nonsubsidi, seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Sementara itu, harga Pertamax, Pertamax Green 95, serta BBM bersubsidi Pertalite dipastikan tidak mengalami perubahan.

Baca juga:

Berdasarkan daftar harga terbaru, Pertamax Turbo kini dibanderol Rp19.300-Rp20.150 per liter, turun dari sebelumnya Rp20.750-Rp21.650 per liter. Kemudian Dexlite turun menjadi Rp19.700-Rp21.150 per liter dari sebelumnya Rp23.000-Rp24.000 per liter. Sementara Pertamina Dex juga mengalami penurunan menjadi Rp21.150-Rp25.350 per liter, dari harga sebelumnya Rp23.500-Rp25.900 per liter.

Adapun Pertamax masih dijual di kisaran Rp16.250-Rp17.000 per liter, Pertamax Green 95 tetap Rp17.000 per liter, sedangkan Pertalite masih dipatok Rp10.000 per liter di seluruh Indonesia.

Antrean kendaraan roda dua maupun roda empat masih tampak mengular pada pagi dan sore hari di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Solo. Kepadatan biasanya terjadi saat masyarakat berangkat bekerja sekitar pukul 06.00 hingga 08.00 WIB, kemudian kembali meningkat ketika jam pulang kerja pada pukul 16.00 hingga 19.00 WIB.

Pertamina juga telah menyelesaikan penataan (business streamlining) terhadap 31 entitas hingga akhir semester I 2026. Langkah tersebut merupakan bagian dari transformasi berkelanjutan perusahaan untuk memperkuat ketahanan energi nasional, meningkatkan tata kelola, serta memperbaiki pelayanan kepada masyarakat.

Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, mengatakan program streamlining dijalankan sejalan dengan arah transformasi perusahaan sekaligus mendukung program penataan anak usaha BUMN yang diinisiasi pemerintah.

Program tersebut dilakukan melalui aksi merger, divestasi bisnis non-core, dan likuidasi entitas dormant atau tidak aktif, terutama di sektor hulu migas. Ia menjelaskan penataan tersebut bertujuan merampingkan struktur grup sehingga proses pengambilan keputusan menjadi lebih cepat, efisien, dan didukung tata kelola yang lebih baik.

Sejauh ini Pertamina belum meluncurkan Pertamax Green 92. Produk yang sudah diluncurkan saat ini adalah Pertamax Green 95. Pertamina berharap wacana penghapusan Pertalite dan menggantinya dengan Pertamax Green 92 bisa diwujudkan mulai 2024.

Kesimpulan, penyesuaian harga BBM nonsubsidi oleh Pertamina dan penataan terhadap 31 entitas merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat merasakan dampak positif dari penyesuaian harga BBM dan penataan yang dilakukan oleh Pertamina.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *