Na Daehoon Lontarkan Ultimatum Tegas pada Jule Usai Dua Aksi Candaan Berlebihan terhadap Anak

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 04 Mei 2026 | Jakarta, 3 Mei 2026 – Aktor Korea Selatan Na Daehoon kembali menjadi sorotan publik setelah ia mengumumkan Na Daehoon ultimatum kepada Jule, sosok yang kini menjadi kekasih mantan istrinya, Safrie. Ultimatum tersebut muncul usai dua insiden candaan yang dinilai melewati batas, menyinggung tiga anak Na Daehoon yang berusia masih di bawah dua belas tahun.

Na Daehoon dan Safrie secara resmi mengakhiri pernikahan pada akhir 2024. Sejak itu, Safrie menjalin hubungan baru dengan Jule, seorang pengusaha muda yang kerap muncul dalam unggahan media sosial. Pada awal 2026, Jule mulai membuat lelucon ringan mengenai kehidupan keluarga Na Daehoon, menyebutkan nama-nama anaknya dalam konteks yang dianggap tidak pantas oleh publik.

Baca juga:

Insiden pertama terjadi pada awal April, ketika Jule membagikan sebuah meme yang menampilkan foto ketiga anak Na Daehoon dengan teks yang menyindir kebiasaan mereka saat bermain. Meme tersebut segera menjadi viral, memancing komentar pedas dari netizen yang menilai tindakan Jule sebagai pelanggaran privasi. Tak lama kemudian, Jule kembali mengeluarkan candaan kedua lewat sebuah video pendek yang menampilkan suara rekaman anak-anak yang dipadukan dengan musik komedi, menambah kehebohan di ruang maya.

Menanggapi kedua aksi tersebut, Na Daehoon memberi pernyataan tegas melalui juru bicaranya. Ia menegaskan bahwa hak orang tua atas perlindungan anak tidak dapat dicabut hanya karena status mantan pasangan. “Anak‑anak saya berhak menikmati masa kecil tanpa menjadi bahan tertawaan publik,” ujar Na Daehoon. “Saya tidak akan tinggal diam bila privasi mereka terus dirusak.”

Dalam rangka menegakkan batasan, Na Daehoon mengeluarkan syarat‑syarat yang harus dipenuhi Jule sebelum ia mengizinkan pertemuan dengan ketiga anaknya. Berikut adalah tujuh poin utama yang disampaikan:

  • Jule harus menghentikan semua bentuk candaan yang mengaitkan anak‑anak Na Daehoon dalam konten publik.
  • Setiap interaksi harus melalui mediator resmi yang ditunjuk oleh Na Daehoon.
  • Jule wajib menandatangani perjanjian tertulis mengenai perlindungan data pribadi anak.
  • Setiap kunjungan harus diatur dalam jadwal yang disetujui bersama, tanpa ada kejutan mendadak.
  • Jule tidak diperkenankan mengunggah foto atau video anak tanpa persetujuan tertulis.
  • Jika ada pelanggaran, Na Daehoon berhak menolak semua kontak selanjutnya.
  • Semua pihak diminta menjaga sikap hormat dan menghindari provokasi di media sosial.

Reaksi publik pun beragam. Sebagian besar netizen memberi dukungan kepada Na Daehoon, menilai langkahnya wajar untuk melindungi anak. Sementara itu, beberapa komentar menyoroti pentingnya menyelesaikan konflik secara pribadi, bukan melalui platform digital. Pengamat media menilai bahwa kasus ini mencerminkan tantangan baru bagi selebriti dalam mengelola privasi keluarga di era digital.

Dari sudut pandang psikolog anak, menempatkan anak di tengah perseteruan orang dewasa dapat menimbulkan stres dan rasa tidak aman. Oleh karena itu, Na Daehoon mengingatkan bahwa tindakan preventif seperti yang diambilnya sangat penting demi kesejahteraan emosional anak‑anaknya.

Kasus Na Daehoon dan Jule menegaskan kembali bahwa batas antara kehidupan pribadi dan publik selebriti semakin tipis. Ultimatum yang dikeluarkan menunjukkan upaya keras untuk menegakkan hak asasi anak serta menegaskan bahwa candaan tidak boleh mengorbankan martabat dan keamanan keluarga.

Dengan Na Daehoon ultimatum sebagai titik balik, diharapkan semua pihak dapat menemukan jalan tengah yang menghormati kepentingan anak, sekaligus menghindari eskalasi konflik di ruang maya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *