Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 09 Agustus 2026 | Belakangan ini, terdapat beberapa mutasi di jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), termasuk mutasi Kapolres di Kaltara dan beberapa pejabat tinggi Polri. Pergantian Kapolres di Kaltara ini melibatkan tiga wilayah, yaitu Tarakan, Nunukan, dan Malinau.
Menurut informasi, Kapolres Nunukan AKBP Ruslaeni merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 2007, sehingga menjadi salah satu Kapolres termuda di jajaran Polda Kaltara. Pergantian ini merupakan bagian dari mutasi besar-besaran di lingkungan Polri.
Selain mutasi Kapolres di Kaltara, terdapat pula beberapa jenderal bintang tiga di Polri yang berpotensi menggantikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Beberapa nama yang disebutkan antara lain Karyoto, Dedi Mulyadi, dan Syahar Diantono.
Karyoto saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri, sedangkan Dedi Mulyadi menjabat sebagai Wakapolri. Sementara itu, Syahar Diantono menjabat sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.
Perlu diingat bahwa mutasi di lingkungan Polri merupakan hal yang biasa dan dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas organisasi. Namun, pergantian Kapolri tetap menjadi perhatian publik karena menyangkut kepemimpinan tertinggi di kepolisian.
Sampai saat ini, belum ada keputusan resmi mengenai pergantian Kapolri. Namun, dengan adanya mutasi di beberapa jajaran Polri, masyarakat tetap menantikan keputusan lebih lanjut dari pemerintah.
