Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 25 Juni 2026 | Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa baru-baru ini menyampaikan pidato ilmiah di Nankai University, Tianjin, China, dan memamerkan kondisi ekonomi Indonesia yang kuat. Ia juga menyebutkan bahwa pemerintah menempatkan dana senilai Rp300 triliun di perbankan untuk menggerakkan ekonomi dan mendukung penyaluran kredit perbankan.
Belakangan, muncul isu tentang penarikan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) milik pemerintah dari perbankan. Menkeu Purbaya belum mengiyakan atau membantah isu tersebut, namun ia menyebutkan bahwa hal itu harus didiskusikan dengan Bank Indonesia (BI).
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dian Ediana Rae, membenarkan adanya wacana penempatan SAL pemerintah di Himbara yang disebut akan ditarik secara bertahap. Ia berharap ada masa transisi apabila dana SAL pemerintah di Himbara ditarik agar tidak langsung mengganggu likuiditas perbankan dan menjaga stabilitas sistem keuangan.
Sementara itu, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri dilaporkan memiliki harta Rp 6,3 triliun, membuatnya menjadi menteri terkaya di Kabinet Merah Putih. Menkeu Purbaya sendiri baru-baru ini menerima gelar Profesor Kehormatan dari Nankai University sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi dan kepemimpinannya dalam pengelolaan keuangan publik dan pembangunan ekonomi.
Menkeu Purbaya juga menegaskan bahwa dana yang ditempatkan dalam instrumen Patriot Bond akan memperoleh perlindungan sehingga asal-usul dana tersebut tidak akan ditelusuri. Ia menambahkan bahwa kebijakan tersebut ditujukan untuk menarik dana yang selama ini berada di luar sistem keuangan agar masuk ke dalam perekonomian nasional dan dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembiayaan pembangunan.
Terakhir, Menkeu Purbaya menyebutkan bahwa Kementerian Keuangan belum berencana mengambil kepemilikan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), meski peluang tersebut telah diatur dalam Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).
Kesimpulan, ekonomi Indonesia saat ini dalam kondisi yang kuat dan stabil, dengan pemerintah yang terus berupaya untuk menggerakkan ekonomi dan mendukung penyaluran kredit perbankan. Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa terus berkomitmen untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional dan meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia.
