Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 17 Juni 2026 | Indonesia saat ini sedang menghadapi tantangan besar dalam sektor energi. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia telah mengambil langkah-langkah strategis untuk mengatasi masalah ini.
Salah satu langkah yang diambil adalah dengan memperkuat pengawasan pengadaan energi primer PLN. Bahlil telah membentuk tim pengadaan PLN, Irjen, Dirjen Minerba, dan BPKP dalam rangka pengawasan energi primer.
Langkah ini telah diapresiasi oleh Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (PP HIMMAH). Ketua Umum PP HIMMAH Abdul Razak Nasution menyatakan bahwa langkah Bahlil sudah tepat dan menjadi langkah awal yang baik untuk perbaikan tata kelola di lingkungan PLN.
Selain itu, Bahlil juga telah mengumumkan bahwa Indonesia tidak lagi bergantung pada impor minyak dari Timur Tengah. Indonesia telah menjalin kerja sama dengan negara lain untuk memenuhi kebutuhan minyak dalam negeri.
Harga batu bara acuan (HBA) pada periode kedua Juni 2026 juga telah ditetapkan. HBA untuk batu bara kalori tinggi dalam kesetaraan nilai kalori 6.322 kcal/kg GAR pada periode kedua Juni 2026 dipatok US$123,91 per ton.
Kementerian ESDM juga telah mengalokasikan anggaran Rp 5,2 triliun pada Tahun Anggaran (TA) 2027 untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur jaringan gas bumi (jargas) rumah tangga di berbagai daerah.
Dengan demikian, Indonesia siap menghadapi tantangan energi di masa depan. Langkah-langkah strategis yang diambil oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia telah membantu meningkatkan kesiapan Indonesia dalam menghadapi masalah energi.
