Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa: Penguatan Rupiah dan Kebijakan Ekonomi Baru

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 11 Juni 2026 | Di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan meningkatnya sorotan terhadap arah kebijakan ekonomi pemerintah, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis bahwa tekanan terhadap rupiah akan mulai mereda pada paruh kedua 2026. Purbaya menyatakan bahwa kombinasi kebijakan pemerintah dan otoritas moneter akan memperkuat pasokan devisa serta meningkatkan kepercayaan investor terhadap pasar keuangan Indonesia.

Menurut Purbaya, tambahan pasokan devisa akan memberikan ruang yang lebih besar bagi Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi di pasar valuta asing. Ia menambahkan bahwa optimisme tersebut juga didukung oleh meningkatnya kepercayaan investor terhadap instrumen keuangan Indonesia yang mulai terlihat dalam beberapa bulan terakhir.

Baca juga:

Perbaikan sentimen investor telah tercermin dari meningkatnya arus modal asing yang masuk ke pasar keuangan domestik sepanjang kuartal II 2026. Berdasarkan data Kementerian Keuangan, instrumen Surat Berharga Negara (SBN) mencatat arus modal asing bersih sebesar Rp 18,5 triliun, sementara Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) membukukan net inflow yang lebih besar, yakni mencapai Rp 78,5 triliun.

Sementara itu, isu pergantian Purbaya dari kursi Menteri Keuangan kembali mencuat. Namun, mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier menilai kabar tersebut lebih merupakan manuver untuk menciptakan persepsi negatif terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Fuad menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada dasar yang kuat terkait isu pergantian itu.

Fuad juga menilai bahwa perdebatan yang berkembang saat ini seharusnya tidak terjebak pada pertarungan ideologi ekonomi antara kubu neoliberal dan sosialis. Ia menegaskan bahwa arah kebijakan ekonomi nasional seharusnya kembali berpijak pada amanat Pasal 33 UUD 1945.

Di sisi lain, Fuad mendukung wacana kebijakan ekspor satu pintu yang sedang didorong pemerintah. Menurutnya, kebijakan tersebut diperlukan karena selama ini sebagian besar devisa hasil ekspor justru tidak sepenuhnya masuk ke dalam sistem keuangan nasional.

Kondisi itu dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat fondasi rupiah rentan terhadap gejolak eksternal. Fuad mengingatkan bahwa berbagai kritik terhadap kebijakan ekonomi baru pemerintah perlu disikapi secara proporsional.

Menkeu dan BI juga siap untuk menghadapi tantangan ekonomi dengan strategi penguatan rupiah. Mereka berencana untuk meningkatkan pasokan devisa dan memperkuat kepercayaan investor terhadap pasar keuangan Indonesia.

Dalam beberapa hari terakhir, juga muncul berita hoaks tentang Menkeu Purbaya yang mencari 700 orang penerima bantuan. Namun, pihak Kemenkeu telah membantah berita tersebut dan menyatakan bahwa itu adalah hoaks deep fake.

Kesimpulan dari seluruh kejadian tersebut adalah bahwa pemerintah dan otoritas moneter berusaha untuk memperkuat rupiah dan meningkatkan kepercayaan investor terhadap pasar keuangan Indonesia. Mereka juga berencana untuk meningkatkan pasokan devisa dan memperkuat kepercayaan investor terhadap instrumen keuangan Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *