Mati Listrik dan Gelombang Panas, Ancaman Baru dalam Kehidupan Sehari-Hari

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 05 Agustus 2026 | Mati listrik dan gelombang panas telah menjadi ancaman baru dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai wilayah di Indonesia telah mengalami mati listrik, termasuk Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur. Pemadaman listrik ini disebabkan oleh kegiatan pemeliharaan jaringan listrik yang dilakukan oleh PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bontang melalui Unit Layanan Pelanggan (ULP) Sangatta.

Selain mati listrik, gelombang panas juga telah menjadi ancaman baru. Korea Selatan telah dilanda gelombang panas paling ekstrem sejak 122 tahun terakhir, dengan suhu udara mencapai 42,5 derajat celsius. Hal ini telah menyebabkan 16 orang meninggal dunia. Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, telah meminta pemerintah pusat dan pemerintah daerah memperkuat perlindungan bagi masyarakat yang terdampak gelombang panas.

Baca juga:

Di Indonesia, kebiasaan di dapur yang membuat tagihan listrik naik juga telah menjadi perhatian. Membiarkan peralatan elektronik dapur tetap tercolok saat tidak digunakan adalah bentuk pemborosan pasif. Solusi paling sederhana adalah mencabut kabel peralatan setelah selesai digunakan atau menggunakan terminal listrik (power strip) yang memiliki saklar on/off.

Yayasan Kesejahteraan Berkelanjutan (SUSTAIN) juga telah mendorong pemerintah dan PT PLN (Persero) segera menghapus kebijakan kuota Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap, khususnya untuk rumah tangga dan komunitas. Semakin banyak masyarakat yang dapat memasang PLTS Atap, semakin besar pula peluang mengurangi ketergantungan terhadap sistem kelistrikan terpusat saat terjadi gangguan.

Istri petugas damkar DKI yang gugur saat bertugas juga telah menerima santunan TASPEN Rp344 juta. Penyerahan manfaat tersebut menjadi bentuk pemenuhan hak ahli waris sekaligus wujud perlindungan negara kepada aparatur sipil negara (ASN) yang meninggal dunia saat melaksanakan tugas.

Dalam menghadapi ancaman mati listrik dan gelombang panas, masyarakat harus lebih waspada dan siap menghadapi situasi darurat. Dengan memahami cara kerja dan penggunaan alat elektronik dapur yang tepat, serta mengurangi ketergantungan terhadap sistem kelistrikan terpusat, masyarakat dapat lebih siap menghadapi ancaman baru dalam kehidupan sehari-hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *