Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 27 Mei 2026 | Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mencatat 6.100 badan hukum Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) terbentuk di Sumut. Begitu juga ribuan KDKMP siap beroperasi melayani masyarakat. Hal itu diungkapkan oleh Plt Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Sumut, Ady Putra Parlaungan.
Ady Putra Parlaungan mengatakan pihaknya terus berupaya mempercepat capaian program pembangunan KDKMP. "Saat ini telah terbentuk total 6.100 badan hukum Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang tersebar di seluruh desa dan kelurahan di 33 kabupaten/kota se-Sumatera Utara," ucap Ady Putra Parlaungan.
Ady menjelaskan bahwa dari sisi akuntabilitas, 98% dari koperasi yang terbentuk sudah terintegrasi dalam sistem digital SIMKOPDES (Sistem Informasi Koperasi Desa). Saat ini sedang dilakukan percepatan infrastruktur yaitu pembangunan fisik dan gerai KDKMP.
Lebih lanjut dikatakannya, koperasi yang sudah berjalan tidak hanya menjadi lembaga keuangan, melainkan juga pusat ekonomi desa dengan adanya 337 gerai sembako, apotek, hingga klinik desa. Bahkan, di beberapa daerah progres pembangunan sangat cepat dilakukan seperti contohnya Labuhanbatu Selatan, progresnya sangat menggembirakan dengan persentase mencapai lebih dari 64% dari target.
Sementara itu, di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Pemerintah menyerahkan sebanyak 82 unit kendaraan roda tiga untuk mendukung operasional 41 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Penyaluran dilakukan seiring percepatan pembangunan gerai koperasi yang ditargetkan rampung dan mulai beroperasi pada Agustus 2026.
Komandan Kodim 0807 Tulungagung Letkol Arh Hanny Galih Satrio yang memimpin langsung seremoni penyerahan 82 unit kendaraan roda tiga operasional KDKMP bersama Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin, mengatakan, setiap Koperasi Merah Putih penerima akan memperoleh dua unit kendaraan yang digunakan untuk menunjang distribusi dan aktivitas operasional koperasi.
Menurut dia, dari total 41 KDMP penerima tahap awal, sebanyak 37 gerai telah selesai dibangun, sedangkan empat lainnya masih dalam tahap penyelesaian oleh pihak pelaksana pembangunan. "Setelah disalurkan, kendaraan bisa disimpan di masing-masing gerai. Untuk yang pembangunannya belum selesai dan belum memiliki tempat penyimpanan, sementara dapat dititipkan di KDMP terdekat," kata Galih.
Pada tahap pertama, pembangunan gerai KDMP di Tulungagung ditargetkan mencapai 140 unit. Seluruh gerai ditargetkan selesai dan siap beroperasi pada Agustus 2026. "Targetnya seluruh gerai tahap pertama selesai dibangun dan siap dioperasikan pada Agustus 2026," ujarnya.
Sementara itu, Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin berharap percepatan pembangunan KDMP dapat memberikan dampak terhadap penguatan ekonomi masyarakat melalui aktivitas koperasi di tingkat desa. Ia menambahkan pengembangan KDMP saat ini masih difokuskan di wilayah desa, sedangkan untuk kelurahan masih menunggu kepastian aturan terkait pemanfaatan lahan yang tersedia.
Koperasi Desa Merah Putih diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat. Dengan adanya koperasi ini, diharapkan masyarakat dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan hidup. Selain itu, koperasi ini juga diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mengembangkan usaha dan meningkatkan produksi.
Dalam beberapa bulan mendatang, diharapkan koperasi ini dapat beroperasi secara maksimal dan memberikan dampak yang signifikan terhadap perekonomian masyarakat. Dengan demikian, koperasi desa merah putih dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengembangkan ekonomi desa.
