Kesehatan Fahmi Bo Membaik, Kini Bersama Istri Buka Usaha Acar Buntut Sapi

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 27 April 2026 | Artis senior Fahmi Bo melaporkan perbaikan signifikan pada kondisi kesehatannya setelah mendapatkan bantuan medis dari sahabatnya, Raffi Ahmad. Pada 27 April 2026, ketika dikunjungi di rumah kontrakan di kawasan Palmerah, Jakarta Barat, ia menyatakan bahwa tubuhnya sudah mulai pulih, meskipun masih harus mengandalkan kursi roda untuk mobilitas sehari-hari. “Ya kalau keadaannya alhamdulillah ya, udah membaik ya,” ujarnya dengan nada lega.

Fahmi Bo masih mengalami keterbatasan pada kedua kakinya; ia belum dapat berdiri tanpa bantuan dan harus menggeser tubuh secara perlahan. Kondisi ini membuatnya sangat bergantung pada istri, Nita Anita, serta anak‑anaknya dalam melakukan aktivitas rumah tangga. Meski begitu, ia tetap menjalani terapi mingguan dan serangkaian gerakan ringan setiap hari untuk memperkuat otot dan mempercepat proses penyembuhan.

Baca juga:

Sejak 2022, kesehatan sang aktor menurun drastis, memaksanya mundur dari peran utama dalam sinetron “Tukang Ojek Pengkolan”. Penyakit kronis yang dideritanya meliputi diabetes, asam urat, osteoporosis, serta riwayat stroke pada tahun 2018. Pada akhir Oktober 2025, kondisi Fahmi sempat kritis—tak dapat berjalan dan harus menggunakan selang oksigen. Raffi Ahmad kemudian mengunjungi rumahnya, membawanya ke RS Mayapada Lebak Bulus, dan menanggung seluruh biaya operasi pengangkatan batu empedu serta penanganan gangguan tiroid.

Setelah menjalani operasi dan menjalani masa pemulihan, Fahmi Bo tidak hanya fokus pada kesehatan, melainkan juga memanfaatkan sisa dana yang diberikan Raffi sebagai hadiah pernikahan. Uang tersebut dialokasikan menjadi modal usaha kuliner sederhana yang dapat dikelola oleh istrinya di rumah kontrakan. Dengan dukungan finansial dan moral dari Raffi serta ibu mertuanya, Mama Rieta, Fahmi memutuskan membuka warung “Acar Buntut Sapi“.

Warung yang berlokasi di Palmerah menyajikan menu andalan berupa buntut sapi yang dimasak dalam kuah acar khas keluarga, dengan rasa pedas cabai hijau, aroma bawang merah, dan keasaman cuka. Selain itu, tersedia pula sop iga sapi, pindang bandeng, dan kentang mustofa dengan harga antara Rp35.000 hingga Rp50.000. Semua menu dapat dipesan secara langsung maupun melalui aplikasi online, memudahkan konsumen yang tidak berada di sekitar lokasi.

Fahmi menjelaskan keputusan memilih usaha yang relatif sederhana: “Warung nasi kan menunya banyak, takutnya istri harus mengurus saya terus. Dengan acar buntut sapi, istri dapat menyiapkan semuanya di dapur kecil, sementara saya tetap istirahat di tempat tidur.” Pilihan ini mencerminkan adaptasi praktis terhadap kondisi fisik yang masih terbatas, sekaligus memberi peluang bagi istri untuk menyalurkan bakat memasak.

Usaha kuliner ini tidak hanya menjadi sumber pendapatan tambahan, tetapi juga simbol harapan dan kebangkitan. Fahmi Bo menyatakan rasa syukur yang mendalam atas bantuan Raffi Ahmad, yang tidak hanya menutupi biaya medis tetapi juga memberi peluang baru bagi keluarganya. Ia berharap pemulihan kesehatan dapat berlanjut sehingga ia bisa kembali aktif di dunia hiburan, sekaligus mengembangkan usaha kuliner menjadi lebih luas.

Secara keseluruhan, perjalanan Fahmi Bo dari kondisi kritis hingga memulai usaha bersama istri menggambarkan kekuatan dukungan sosial dan pentingnya adaptasi kreatif dalam menghadapi keterbatasan fisik. Dengan kondisi yang terus membaik dan semangat wirausaha yang baru, ia menjadi contoh inspiratif bagi banyak orang yang tengah berjuang melawan penyakit kronis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *